Gunung Merapi Terus Muntahkan Lava dan Awan Panas
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
Pelantikan pengurus Asosiasi Petani Milenial Nandur Srawrung di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul pada Rabu (8/6/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Bantul menargetkan memiliki 2.500 petani milenial pada tahun ini.
Kepengurusan Asosiasi Petani Milenial Nandur Srawrung Bantul resmi dilantik pada Rabu (8/6/2022). Target 2.500 petani milenial diharapkan mampu meregenasi petani usia lanjut serta membangun pertanian Bantul melalui pendekatan teknologi.
BACA JUGA: Kulonprogo Bercita-cita Punya Destinasi Wisata Super Prioritas
Petani milenial membuat keberlangsungan pertanian lebih terjamin. Saat ini sudah ada sebanyak 1.250 petani milenial yang terjun dalam sektor tanaman pangan, hortikultura hingga sektor peternakan.
Generasi muda pun lebih terbuka dan mau belajar serta menerima perubahan-perubahan teknologi. “Dengan demikian pertanian ini akan semakin baik pengelolaannya di tangan generasi milenial,” ucap dia.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo mengatakan jawatannya berupaya menyinergikan petani milenial dengan penyuluh pertanian. Dengan adanya hubungan yang sinergis, pengtahuan antara keduanya dapat saling dibagi.
“Petani kita kan sudah sepuh-sepuh, harapan kami regenerasi terus berjalan,” kata dia.
BACA JUGA: Dibanjiri Protes, Penerapan Tarif Naik Candi Borobudur Rp750.000 Ditunda
Saat ini terdapat lebih dari 56.000 petani yang ada di Bantul. Namun rara-rata petani berusia di atas angka 60-70 tahun. Usia tersebut terpaut dengan umur petani milenial yang berada di usia 17-39 tahun.
“Kami memberikan motivasi dan dorongan kepada kalangan muda untuk tertarik di dunia pertanian dalam arti luas, beternak, terus usaha di sektor hortikultura, tanaman pangan, atau tanaman hias,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.