Advertisement

Delegasi AS Akan Datang ke Jogja untuk Belajar Toleransi

Sunartono
Jum'at, 10 Juni 2022 - 20:27 WIB
Bhekti Suryani
Delegasi AS Akan Datang ke Jogja untuk Belajar Toleransi Ilustrasi toleransi antar umat beragama. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Praktik toleransi antarumat beragama di wilayah DIY ternyata cukup menarik perhatian warga negara asing. Belasan delegasi dari Amerika Serikat akan berkunjung ke Jogja dalam waktu dekat ini hanya untuk menyaksikan langsung praktik toleransi.

Hal itu disampaikan Senior Fellow Institut Leimena Profesor Alwi Shihab usai bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Jumat (10/6/2022)

Mantan Menteri Luar Negeri ini mengatakan delegasi sebanyak 15 hingga 20 orang dari AS tersebut akan datang bersama Leimena Institut untuk terjun secara langsung melihat aktivitas toleransi antar sesama warga yang terjadi di DIY. Menurutnya Jogja sudah dikenal sebagai kota yang harmonis di luar negeri.

"Jogja ini sudah dikenal di luar negeri sebagai kota yang harmonis yang bisa menjaga hubungan semua komunitas agama yang ada di Indonesia," katanya di Kompleks Kepatihan, Jumat.

BACA JUGA: Ini Penyebab Izin Lokasi Tol Jogja-YIA Belum Terbit

Ia mengatakan saat bertemu dengan Sultan HB X ia memaparkan sejumlah program untuk memantapkan toleransi di berbagai kota di Indonesia. Adapun delegasi dari AS tersebut rencananya akan bertemu dengan Sultan pada 22 Juni 2022 mendatang.

"Jogja ini sudah menjadi contoh konkret bagaimana masyarakatnya menjunjung tinggi toleransi," ucapnya.

Rencana kunjungan para delegasi itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan pada 2019 silam. Ketika itu rombongan dari AS juga datang untuk melihat toleransi di Jogja. "Dan ternyata dari hasil rombongan itu banyak menjadi referensi dan masukan di negara tersebut. Akhirnya menarik minat rombongan lain untuk datang dan Ngarso Dalem berkenan untuk audiensi," katanya.

Pelaksana Harian Asisten Sekda DIY Bidang Administrasi dan Umum Beny Suharsono yang turut mendampingi audiensi tersebut mengatakan Jogja dinilai oleh masyarakat luar negeri sebagai kota yang bisa menjadi contoh peradaban harmonis antar umat beragama, kelompok, dan etnis. Karena dengan melihat langsung mereka bisa memperluas referensi.

"Hasil kunjungan tahun juga kemarin memperluas pandangan mereka tentang Jogja dan tepatnya toleransi menurut mereka," ujar pria yang juga menjabat sebagai sebagai Kepala Bappeda DIY ini.

Advertisement

Pemda DIY mendukung agenda kunjungan tersebut. Ia sepakat bahwa untuk melihat Jogja tidak hanya dari luar saja. "Ngarso Dalem tadi juga menyampaikan, bahwa zaman sudah berubah, harus ada yang sangat prinsip namun juga ada yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kalau melihat Jogja jangan hanya luar saja, tetapi juga dari dalam," ucapnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Erick Thohir: Rasio Utang BUMN Turun Jadi 35 Persen

News
| Selasa, 05 Juli 2022, 04:47 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement