Long Weekend Kenaikan Yesus, PAD Wisata Gunungkidul Tembus Rp1,7 M
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Rencana pengoptimalan sumber sungai bawah tanah Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong hanya menjadi salah satu program untuk pemenuhan air bersih di masyarakat.
Pasalnya, selain Seropan, dua titik sungai bawah tanah kini juga tengah dioptimalkan sebagai sumber air bersih bagi masayarakat, yakni Baron dan Ngobaran.
BACA JUGA: Ada JJLS, 2 Pos Retribusi Menuju Pantai di Gunungkidul Dipindah
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto mengatakan berdasarkan kajian yang ada, pasokan air bersih di Gunungkidul bisa dicukupi melalui salah satu sungai bawah tanah. Hal ini dikarenakan potensi sumbernya memproduksi air di atas 1.000 liter per detik.
Meski demikian, sambung dia, pemanfaatan tidak bisa dilakukan dengan mudah karena kondisi geografis yang didominasi wilayah perbukitan. Oleh karena itu, sudah ada kajian guna pemenuhan air bersih bagi masyarakat. “Jadi tidak bisa melalui satu sumber, meski potensinya besar,” kata Toto, Minggu (12/6/2022).
Toto mengungkapkan, ada tiga Instalasi Kota Kecamatan (IKK) yang disediakan. Ketiganya meliputi pemanfaatan sungai bawah tanah Seropan, Baron dan Ngobaran.
Menurut dia, IKK Seropan untuk memenuhi pasokan air bagi warga Gunungkidul di sisi timur dan utara. IKK Baron untuk layanan warga du Gunungkidul tengah serta IKK Baron diperuntukan bagi warga di sisi barat dan selatan. “Jadi sudah kami petakan dan pelaksnaaan dibangun secara bertahap karena anggaran yang dibutuhkan juga besar,” katanya.
Toto mencontohkan, untuk IKK Seropan sudah memasuki persiapan. Rencananya, kapasitas produksi akan ditambah sebanyak 200 liter per detik sehingga total mencapai 380 liter per detik.
“Tidak hanya kapasitas yang ditambah juga ada instalasi pengolahan sehingga saat hujan tidak ada lagi keluhan karena air keruh,” ucap dia.
BACA JUGA: Selingkuh Sampai Punya Anak, 2 PNS di Gunungkidul Terancam Dipecat
Menurut Toto, pengoptimalan IKK Seropan dilaksanakan dengan mengajukan bantuan ke Pemerintah Pusat karena Pemkab tidak mampu membiayai sendiri.
Hasil dari kajian, untuk menyelesaikan peningkatan kapasitas produksi bersama instalasi jaringan membutuhkan biaya mencapai ratusan miliar rupiah.
Toto mengungkapkan pembangunan dibagi menjadi dua tahap. Rencananya tahap pertama dilaksanakan mulai tahun dengan anggaran sekitar Rp52 miliar untuk produksi 100 liter per detik.
Adapun sisanya dilaksanakan tahap kedua untuk menyelesaikan sisa 100 liter per detik serta insltasi jaringan dengan biaya total Rp132 miliar. “Mudah-mudahan program IPA di IKK Seropan sudah mulai dikerjakan di tahun depan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik rencana optimalisasi sungai bawah tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih di masyarakat. ia mengaku sudah meninjau untuk pematangan lahan yang dipergunakan lokasi pembuatan IPA di Seropan. “Semoga bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.
Menurut dia, dengan peningkatan kapasitas produksi ini maka sumber Seropan bisa memenuhi kebutuhan air bagi 16.857 sambungan rumah tangga. “Fokusnya ke timur seperti Ponjong, Semin, Rongkop dan lainnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Persis Solo resmi terdegradasi dari BRI Super League 2025/2026. Manajemen klub minta maaf dan siapkan restrukturisasi total mulai Juni.
Memori HP cepat penuh bisa disebabkan game, media sosial, hingga aplikasi booster. Simak daftar aplikasi yang sebaiknya dihapus agar HP tetap ringan.
Reza Arap mengunggah pesan emosional untuk Lula Lahfah hampir empat bulan setelah sang kekasih meninggal dunia.
Pria bersenjata yang tewas ditembak di dekat Gedung Putih ternyata pernah mencoba menerobos kompleks presiden AS pada 2025.
Studi di European Heart Journal temukan hubungan pengawet makanan dengan risiko hipertensi dan penyakit jantung.