Advertisement

PMK DIY Capai 3.120 Kasus, Dinas Ungkap Penyebabnya

Sunartono
Selasa, 14 Juni 2022 - 21:27 WIB
Bhekti Suryani
PMK DIY Capai 3.120 Kasus, Dinas Ungkap Penyebabnya Ilustrasi penjualan hewan kurban. - Bisnis/Arief Hermawan P

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Penyakit Mulut Kuku (PMK) pada hewan ternak di DIY mencapai 3.120 hingga Selasa (14/6/2022).

Berdasarkan data siagapmk.id yang dirilis oleh Pemerintah Pusat dari total jumlah 3.120 kasus di DIY, terdiri atas Sleman 1.630 kasus, Bantul 908 kasus, Kulonprogo 307 kasus dan Gunungkidul ada 275 kasus. Dari jumlah itu ada 13 ternak yang mati dan 87 ekor di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Dari angka tersebut DIY berada di urutan ke-7 jumlah kasus PMK tertinggi secara nasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Sugeng Purwanto menjelaskan pendataan kasus PMK tidak berdasarkan setiap ekor ternak. Melainkan berdasarkan kawasan atau lokasi tempat terjangkitnya PMK tersebut. Ia mengibaratkan dalam satu kandang ada 50 ekor sapi, satu di antaranya kesehatannya terganggu dan diduga terjangkit PMK. Maka secara otomatis, akan dilaporkan sebanyak 50 ekor kasusnya. Hal inilah yang menyebabkan jumlah kasus PMK di DIY tergolong tinggi.

"Memang aturannya demikian, kalau di satu tempat itu terkena, sehingga semua yang ada di situ dilaporkan, sebagai bentuk antisipasi. Tetapi sebenarnya kan sudah banyak yang sembuh dari angka kasus itu," ujarnya.

BACA JUGA: Hore! Jokowi Putuskan Harga Tiket Candi Borobudur Batal Naik, Kuota Dibatasi

Advertisement

Sugeng mengatakan jumlah kematian ternak akibat PMK di DIY persentasenya tergolong kecil. Meski enggan menyampaikan detailnya namun ia memberikan gambaran sekitar 10 ternak yang mati. Satgas khusus untuk menangani PMK bersama kabupaten dan kota telah melakukan antisipasi secara maksimal.  Kontrol ketat terhadap hewan yang masuk sudah dilakukan secara maksimal. Setiap rombongan dari luar harus membawa surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

"Karena kalau menutup sama sekali akses ternak masuk kan bisa berdampak pada ekonomi. Tidak ditutup tetapi kewaspadaan ditingkatkan. Jadi lalu lintas hewan ternak ini masih dimungkinkan," ujarnya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penerbangan Singapore Airlines ke Dubai Masih Dibatalkan, Ini Sebabnya

Penerbangan Singapore Airlines ke Dubai Masih Dibatalkan, Ini Sebabnya

News
| Sabtu, 04 April 2026, 12:07 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement