Advertisement

Tahun Ini, Desa Tangguh Bencana di Sleman Bertambah Dua

Anisatul Umah
Jum'at, 24 Juni 2022 - 20:47 WIB
Budi Cahyana
Tahun Ini, Desa Tangguh Bencana di Sleman Bertambah Dua Awan Panas Guguran Gunung Merapi terlihat dari wilayah Condongcatur, Depok, Sabtu (27/3/2021) pagi. - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Kabupaten Sleman memiliki 77 desa tangguh bencana (destana) dari 86 kalurahan yang ada. Tahun ini, jumlah destana akan bertambah dua lagi.

Rencana tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan. Dia mengatakan destana membutuhkan beberapa persyaratan. Desa harus memiliki rencana kontinjensi, pengurus dan sukarelawan, serta memiliki surat keputusan dari kalurahan.

BACA JUGA: Melerai Perkelahian, Lurah Timbulharjo Bantul Dipukuli Hingga Berdarah & Dioperasi

Khusus di lereng Merapi, tujuh kalurahan sudah menjadi destana, yakni Kepuharjo, Umbulharjo, Hargobinangun, Purwobinangun, Girikerto, dan Wonokerto.

“Semua desa atau kalurahan di lereng Merapi sudah tangguh bencana,” kata Makwan, Jumat (24/6/2022).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan penanggulangan bencana perlu dilakukan dengan komprehensif.

“Kegiatan yang harus dilaksanakan sebelum bencana hadir inilah mitigasi,” ucapnya.

BACA JUGA: Jalan Menuju TPST Piyungan Memprihatinkan, Rusak karena Dilalui Truk Sampah hingga Tambang Batu

Destana menjadi penting khususnya di daerah-daerah yang rawan bencana agar masyarakat sudah siap.

“Salah satunya di Desa Purwobinangun di kaki Gunung Merapi, paling dekat dengan Taman Nasional Merapi. Ada jalur evakuasi, ada tempat pengungsian, dan ada rencana kontinjensi yang rinci,” kata dia.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

ICJR Desak Ferdy Sambo Cs Dijerat Pidana Pembunuhan Berencana, Tak Hanya Sanksi Etik

News
| Rabu, 10 Agustus 2022, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Kedung Pengilon, Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi untuk Ritual

Wisata
| Rabu, 10 Agustus 2022, 19:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement