Advertisement

Aksi Generasi Muda dalam Macapat Senja di Malioboro

Sirojul Khafid
Senin, 27 Juni 2022 - 06:57 WIB
Sirojul Khafid
Aksi Generasi Muda dalam Macapat Senja di Malioboro Poster Macapat Senja di Malioboro - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja akan menggelar pertunjukan Macapat bertajuk Macapat Senja di Malioboro. Berlangsung Selasa (28/6/2022) pukul 15.30 – 17.30 WIB, masyarakat bisa menontonnya di Teras Malioboro 2 sisi barat.

Gelaran Macapat kali ini dikemas dalam format kekinian dan menampilkan seniman muda pelestari budaya. Macapat senja sengaja digelar untuk mempertahankan eksistensi tembang Macapat di kalangan generasi muda.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja, Ismawati Retno, menjelaskan bahwa event gelar macapat senja ini menjadi benteng untuk mengimbangi akulturasi budaya, terutama di tengah gempuran budaya modern.

BACA JUGA: Kembalikan Memori dari Sebuah Topi

“Ini merupakan upaya filterisasi dari budaya asing. Tembang macapat memiliki tantangan besar dari arus modernisasi. Keseharian di masa kecil saya, macapat masih sering ditembangkan oleh orang dewasa maupun anak-anak di malam hari. Terkadang ditembangkan oleh orang tua untuk anaknya menjelang tidur. Namun saat ini sudah jarang terjadi dan terancam memudar,” kata Ismawati dalam keterangan tertulis yang diterima Harian Jogja, Minggu (26/6/2022).

Macapat Senja di Malioboro memiliki arti untuk menghidupkan kebiasaan menggunakan budaya lokal sekaligus mendekatkan masyarakat dengan seni tradisi. Sehingga pementasan macapat klasik dan kontemporer dikemas lebih segar, sesuai dengan selera kawula muda.

Sebanyak 50 pelaku seni yang terlibat merupakan generasi muda. Mereka akan menampilkan macapat challenge dan macapat free style, tanpa meninggalkan aturan metrum berupa guru lagu, guru gatra, dan guru wilangan pada tembang macapat.

Seniman macapat yang terlibat seperti macapat muda tamansiswa. Pelaku seni Macapat Challenge: Danang Fitrianto (Marto Paidi), Maria Ratna Anggraini Santoso, Sri Yuwaningtyas Sukma Putri, Anggraini Puspita Imani, Rahmat Edhy Purnomo dan Rizki Nur Hakiki. Sementara Macapat Free Style oleh kelompok Mantradisi.

Advertisement

BACA JUGA: Hobi Mobil Mainan yang Dilakoni Orang Dewasa

Akan hadir sebagai narasumber talkshow macapat Muhammad Bagus Febriyanto (Komunitas Jagongan Naskah dan Dosen UIN Sunan Kalijaga) dan Rudy Wiratama (Dosen Prodi Sastra Jawa UGM).

Kepala Bidang Sejarah Permuseuman Bahasa dan Sastra Disbud Kota Jogja, Dwi Hana Cahya Sumpena, menjelaskan bahwa agenda ini memiliki tujuan untuk melestarikan sastra lokal dalam tembang macapat kepada kalangan muda. “Sekaligus menghidupkan kembali tradisi ber-macapat dalam keseharian masyarakat, guna membendung masuknya budaya modern yang kurang sesuai dengan nilai-nilai budaya Jawa,” katanya.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Digadang-gadang Jadi Cawapres Ganjar, Begini Reaksi Erick Thohir

News
| Senin, 05 Desember 2022, 21:27 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement