Advertisement

Hobi Mobil Mainan yang Dilakoni Orang Dewasa

Lajeng Padmaratri
Minggu, 26 Juni 2022 - 22:57 WIB
Budi Cahyana
Hobi Mobil Mainan yang Dilakoni Orang Dewasa Aktivitas anggota sejumlah komunitas diecast saat kopi darat di Kedai Srawung Saklawase, Bantul, Minggu (19/6). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Bagi sebagian banyak orang, kegemaran mengumpulkan mobil mainan identik dengan anak-anak. Jika ada orang dewasa yang memiliki kegemaran itu, acap dipandang aneh. Seolah sudah kebal dengan anggapan itu, para diecaster di Jogja justru melakoni hobi itu dengan menyenangkan.

Diecast merupakan sebuah hobi mengoleksi mainan mobil-mobilan atau miniatur mobil. Biasanya, hobi ini dilakoni oleh orang dewasa yang gemar mengoleksi miniatur mobil impian. Mobil fantasi yang hadir dalam kartun maupun film juga menjadi target buruan para diecaster.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Di Jogja, terdapat beberapa komunitas hobi diecast. Keragamannya biasanya berkaitan dengan skala miniatur mobil yang dikoleksi. Mulai dari skala 1:64, 1:32, 1:24, maupun ukuran lainnya.

Sejumlah komunitas diecast di Jogja antara lain Jogja Hotwheels Brotherhood, Diecast 64, Hotphy, Sobat Gelembung, Jendral Sudirman 64, Diecaster Jogjakarta, dan masih banyak lainnya. Mereka semua tergabung dalam sebuah paguyuban bernama Diecaster Istimewa Yogyakarta.

Ketua Jogja Hotwheels Brotherhood, Antok mengakui, komunitasnya hanya sebagian kecil dari banyaknya komunitas pehobi diecast di Jogja.

Dia menerangkan hadirnya berbagai komunitas hobi diecast di Jogja menambah warna bagi hobi diecast itu sendiri. Sebab, beragam komunitas ini biasanya juga memiliki kekhasan dan fokus tersendiri.

"Misalnya komunitas kami mayoritas kolektor diecast. Tetapi, di komunitas lain ada yang fokus di fotografi, ada juga yang fokus di custom mobil, lalu ada juga yang seneng di event balap. Jadi komunitas-komunitas ini cuma beda kesenangan saja, tapi di luar itu kita main bareng," terang Antok kepada Harian Jogja, Minggu (19/6).

Seperti yang tengah dilakukan oleh sejumlah komunitas ini ketika bertemu Harian Jogja. Sore itu, mereka tengah kopi darat untuk berbagi informasi dan pengalaman tentang hobi diecast. Tak hanya satu komunitas, tetapi antara komunitas berbaur untuk saling berbagi wawasan.

Advertisement

Mereka tidak hanya datang dengan tangan kosong, melainkan turut membawa beberapa miniatur mobil koleksinya. Mobil-mobil itu terparkir rapi di atas sebuah diorama parking.

Siapa Saja

Meski hobi mobil-mobilan biasanya disenangi oleh kaum adam, tetapi pada dasarnya komunitas diecast di Jogja terbuka dengan kalangan siapa saja. Mereka pun memiliki sejumlah anggota dari kalangan perempuan meski diakui jumlahnya tidak sebanyak laki-laki.

Advertisement

Selain itu, batasan usia juga tidak diterapkan di komunitas diecast. Dari yang masih pelajar hingga sepuh diperbolehkan bergabung untuk menuntaskan kegemarannya terhadap diecast.

Antok mengakui jika hobi yang kerap dianggap sebagai hobi anak-anak ini pada dasarnya lebih cocok dilakoni orang dewasa. Sebab, setiap kali mengumpulkan koleksi miniatur, mereka bisa merogoh kocek dari puluhan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah.

"Apalagi kalau sudah custom, biasanya nilainya tinggi. Tapi masih banyak peminat di luar negeri, dibandingkan dalam negeri," terang Antok.

“Sementara kalau custom, mobilnya bisa dibikin supaya pintunya bisa dibuka, dikasih mesin, dan sebagainya. Pehobi itu sendiri yang biasanya merakit," imbuh Yudistira, anggota lain Jogja Hotwheels Brotherhood.

Advertisement

Meski custom, tetapi Yudistira memastikan bahannya sama yaitu metal dengan sedikit campuran plastik. Jika miniatur itu hanya berbahan plastik, maka belum bisa disebut diecast.

Dia pun menunjukkan salah satu mobil koleksi anggota komunitas yang asli dan kustom dengan seri sama. Yudistira menerangkan diecast yang asli harganya Rp150.000an, sementara yang custom bisa mencapai Rp2 juta. Besaran tarifnya biasanya tergantung kerumitan custom.

"Kami juga beberapa kali terlibat event kompetisi, mulai dari balap dan kustom. Salah satunya beberapa waktu lagi ada Indonesia Custom Show [ICS]," tuturnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Tuntut Pembangunan Stadion, Suporter PSM Makassar Ricuh di Kantor Gubernur

News
| Selasa, 06 Desember 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement