Advertisement

Jumlah Wisatawan Jadi Taruhannya, DPRD Kulonprogo: Segera Perbaiki Jalan di Pegunungan

Catur Dwi Janati
Kamis, 30 Juni 2022 - 17:07 WIB
Arief Junianto
Jumlah Wisatawan Jadi Taruhannya, DPRD Kulonprogo: Segera Perbaiki Jalan di Pegunungan Akses jalan menuju sejumlah destinasi wisata di Girimulyo. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO - Pembangunan infrastruktur menuju destinasi wisata kawasan pegunungan mendesak dilakukan di Kulonprogo.

Bila jalan tidak segera dilebarkan, penyedian armada khusus mengangkut wisatawan dapat menjadi solusi transportasi wisata di kawasan pegunungan Kulonprogo. Akibatnya, jumlah wisatawan yang datang ke Bumi Menoreh pun menjadi taruhannya.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo, Muhtarom Asrori menyampaikan perlu adanya dorongan infrastruktur untuk menunjang sektor pariwisata ada area pegunungan Kulonprogo.

BACA JUGA: Hati-Hati! Semula Aman, Simpang Tiga Ini Kini Jadi Titik Rawan Lakalantas di Kulonprogo

Menurutnya jalan ke arah sejumlah destinasi di pegunungan Kulonprogo belum bisa dilalui bus besar yang mampu membawa puluhan wisatawan per armadanya.

"Persoalan pariwisata yang ada di pegunungan itu kan persoalan infrastruktur, jalan. yang dari dulu jalan itu yang di Kulonprogo pegunungan itu kan sangat sulit dilalui oleh bus. Akhirnya memang harus duduk bareng, antara dinas yang terkait baik itu dinas pariwisata dengan DPY untuk bagaimana solusi agar jalan itu bisa lebar," terangnya dikutip pada Kamis (30/6/2022)

Dukungan pembangunan infrastruktur di destinasi wisata pegunungan menurut Muhtarom begitu perlu dilakukan. Bukan tanpa sebab, Muhtarom menilai jalan yang ada saat ini sangat mengkhawatirkan untuk dilalui bus karena ukurannya yang sempit. "Tentang pendanaan, saya pikir kan ini juga ada danais, hanya ini kan harus duduk bareng kan gitu," ujarnya.

"Saya pikir dengan duduk bareng itu, nanti untuk pendanaan bisa dijadikan lewat danais kan begitu," tegas dia.

Advertisement

Solusi lain yang mungkin patut dipertimbangkan dalam persoalan infrastruktur pegunungan ini yakni memberdayakan Jeep atau angkutan khusus yang mampu mengantar pengunjung dari bawah keatas. Namun, baik perbaikan infrastruktur atau menggunakan ide angkutan khusus ini perlu dibicarakan bersama oleh semua pihak terkait.

"Saya pikir itu juga ide bagus [angkutan khusus] saya pikir ini perlu duduk bareng antara Dinas Pariwisata, DPUPKP, stakeholder orang-orang pegiat di pariwisata duduk bareng, ini seperti apa kan gitu. Apa jalannya harus dilebarkan atau apakah harus ada armada untuk bisa naik ke tempat wisata, ini yang sekarang ini belum ketemu. Belum bisa duduk bareng antara dinas terkait maupun stakeholder yang ada," tambahnya.

BACA JUGA: Bangkai Kambing yang Hanyut di Semarang Negatif PMK

Advertisement

Di sisi lain, penyelenggaraan atraksi maupun festival yang dapat mendongkrak memang masih perlu dilakukan. Namun kegiatan-kegiatan itu akan kurang optimal bila akses menuju lokasi destinasi wisata susah. "Tetapi ketika sudah ada event, terus untuk menuju objek wisata itu belum bisa sampai ke wisata, kan juga sama. Jadi akhirnya ketika ada event-event di situ hanya orang lokal," tuturnya.

"Tetapi ketika sudah duduk bareng, jalan ini karena pelebaran tidak mungkin, ini perlu mobil kecil-kecil, ini kan nantinya wisatawan di luar Kulonprogo itu akan bisa naik. Tetapi kalau ini juga tidak disiapkan itu masih lokal. Itu [event] penting tapi harus dibarengi dengan itu tadi [infrastruktur]," tegasnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Digadang-gadang Jadi Cawapres Ganjar, Begini Reaksi Erick Thohir

News
| Senin, 05 Desember 2022, 21:27 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement