Ribuan Suporter Sambut Meriah Pengibaran Bendera Iran di Los Angeles
Pengibaran bendera Iran di Stadion Los Angeles saat Piala Dunia 2026 disambut meriah suporter. Iran juga sukses menahan Selandia Baru 2-2.
Deretan toko di kawasan Malioboro, Jogja, Rabu (9/2/2022)./Harian Jogja-Maya Herawati
Harianjogja.com, JOGJA--Wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan wisata Malioboro diimbau tak serta merta membawa kendaraan pribadi ke kawasan tersebut, menyusul kemacetan di sejumlah ruas jalan di Jogja pada musim libur sekolah saat ini.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti berharap wisatawan yang berkunjung ke suatu tempat wisata seperti Malioboro tidak harus dengan kendaraannya langsung turun di kawasan tersebut. Namun bisa parkir di tempat tertentu kemudian menggunakan angkutan atau shuttle seperti Trans Jogja. Karena jika memaksakan kendaraan pribadi masuk maka dampak yang harus diterima adalah macet.
"Kalau kendaraan pribadi semua keluar menuju ke tempat tertentu [seperti Malioboro] ya macet, sehingga tidak mendapatkan kenyamanan. Satu-satunya cara adalah dengan mengatur volumenya," katanya, Jumat (1/7/2022).
BACA JUGA: Wajib Jilbab di Sekolah Diganti Diimbau, Pegiat Pendidikan: Sama Saja Mewajibkan secara Halus
Ia menambahkan banyaknya kendaraan yang masuk diikuti dengan membeludaknya tempat wisata menunjukkan animo masyarakat untuk ke Jogja meningkat. Hal ini tentunya dapat meningkatkan perekonomian warga. Oleh karena itu ia berharap sejumlah rekayasa manajemen lalu lintas dan jalan yang dilakukan petugas sebaiknya jangan serta merta langsung diprotes.
"Karena kami tentu berharap siapa pun orang yang data ke Jogja dia merasa nyaman, tidak mengeluh macet ini itu," katanya.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengimbau kepada warga DIY di musim liburan ini agar memberikan kesempatan kepada warga dari luar DIY untuk berlibur terutama di wilayah perkotaan. Jika terpaksa akan keluar disarankan untuk menggunakan kendaraan roda dua.
"Iya memang agak padat karena musim liburan, saya biasanya perjalanan dari rumah hanya 30 menit, ini bisa sampai sejam karena antrean cukup panjang," katanya.
Jika warga Jogja memaksakan menggunakan kendaraan roda empat tentu konsekuensi yang diterima adalah kemacetan. Sehingga lebih menghabiskan banyak bahan bakar dan waktu terbuang sia-sia. "Mari kita terima tamu itu dengan baik dengan cara mengurangi kepadatan lalu lintas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengibaran bendera Iran di Stadion Los Angeles saat Piala Dunia 2026 disambut meriah suporter. Iran juga sukses menahan Selandia Baru 2-2.
Simak tips memilih genset untuk rumah dan usaha, mulai kapasitas daya, jenis genset, bahan bakar, hingga fitur keamanan.
Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus dirasakan oleh masyarakat, termasuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah
PLN mempercepat kontrak batu bara kalori menengah. Pasokan untuk PLTU di Pulau Jawa mulai mengalir guna menjaga keandalan listrik.
Penguatan literasi keuangan dinilai menjadi salah satu kunci agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu berkembang dan naik kelas.
Pemkab Sleman siap menerapkan UU Penyesuaian Pidana. Ribuan perda tak perlu direvisi satu per satu berkat mekanisme konversi sanksi.