Advertisement

Sepekan Jelang Iduladha, Penjualan Hewan Kurban di Sleman Masih Drop 55%

Anisatul Umah
Minggu, 03 Juli 2022 - 15:37 WIB
Arief Junianto
Sepekan Jelang Iduladha, Penjualan Hewan Kurban di Sleman Masih Drop 55% Ilustrasi pemeriksaan kesehatan hewan kurban. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN -- Peternak di Sleman menyebut penjualan hewan kurban tahun ini menurun akibat penyakit mulut dan kuku (PMK).

Ketua Kelompok Peternak Taruna Mandiri, Ngemplak, Sleman Minto Hartono mengatakan biasanya dalam sebulan penjualan ternak bisa mencapai 40-45 ekor.

Akan tetapi saat ini penjualannya hanya 18 ekor saja. Padahal perayaan Iduladha tinggal sepekan lagi. Jika dihitung penjualan dari 40 ekor menjadi 18 ekor artinya ada penurunan sekitar 55%.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Biasanya 40-45 ekor. Kalau sekarang cuma laku 18 ekor aja. Covid-19 ini sebenarnya juga ada pengaruhnya, dibandingkan dua tahun lalu jelas ada bedanya sebelumnya 45 ekor habis dalam sebulan," kata dia kepada Harianjogja.com, Minggu (3/7/2022).

BACA JUGA: 60 Komunitas Penanggulangan Bencana Peroleh Pembinaan BPBD Sleman

Sapi, kata dia, dijual pada kisaran harga Rp20-35 juta. Namun kebanyakan minat dari orang yang mau berkurban mencari hewan ternak dengan harga Rp24-25 juta per ekor.

Jelang Iduladha tahun ini, kenaikan harga sapi memang tidak signifikan, yakni sekitar Rp1-1,5 juta per ekor. Sementara terkait dengan penualan, saat ini proses transaksi jual-beli hewan kurban banyak dilakukan via daring untuk mencegah masuknya virus PMK.

"Area kami masih zona hijau sampai sekarang. Saya memang ketat dalam proteksi orang luar yang ke kandang," jelasnya.

Senada, Peternak Domba Kambing Sleman dari Merapi Farm, Taufik Mawaddani mengatakan sepekan menjelang Iduladha, penjualan hewan kurban baru mencapai 500 ekor. Padahal biasanya mencapai 900-1.000 ekor.

Advertisement

"Beberapa [ternak] sudah terkirim ke pelanggan. PMK ini punya dampak besar. Sepertinya daya beli masyarakat kurban kali ini dan dampak PMK lumayan drastis. Kita enggak bisa pastikan, bisa jadi warga beli mendekati Iduladha," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan penjualan ternak perlu dilihat sampai Kamis pekan depan, jika tetap tidak ada perubahan artinya penjualan hewan kurban tahun ini memang turun. "Kalau di saya [penurunan] 40-50 persen penjualan hari ini," tuturnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

Jogjapolitan | 1 hour ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Panggil Zumi Zola Terkait Dugaan Suap Pengesahan RAPBD Provinsi Jambi

News
| Selasa, 27 September 2022, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement