BNNP DIY Gandeng Budaya Jogja untuk Perangi Narkoba, Ini Strateginya
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan hewan kurban. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN -- Peternak di Sleman menyebut penjualan hewan kurban tahun ini menurun akibat penyakit mulut dan kuku (PMK).
Ketua Kelompok Peternak Taruna Mandiri, Ngemplak, Sleman Minto Hartono mengatakan biasanya dalam sebulan penjualan ternak bisa mencapai 40-45 ekor.
Akan tetapi saat ini penjualannya hanya 18 ekor saja. Padahal perayaan Iduladha tinggal sepekan lagi. Jika dihitung penjualan dari 40 ekor menjadi 18 ekor artinya ada penurunan sekitar 55%.
"Biasanya 40-45 ekor. Kalau sekarang cuma laku 18 ekor aja. Covid-19 ini sebenarnya juga ada pengaruhnya, dibandingkan dua tahun lalu jelas ada bedanya sebelumnya 45 ekor habis dalam sebulan," kata dia kepada Harianjogja.com, Minggu (3/7/2022).
BACA JUGA: 60 Komunitas Penanggulangan Bencana Peroleh Pembinaan BPBD Sleman
Sapi, kata dia, dijual pada kisaran harga Rp20-35 juta. Namun kebanyakan minat dari orang yang mau berkurban mencari hewan ternak dengan harga Rp24-25 juta per ekor.
Jelang Iduladha tahun ini, kenaikan harga sapi memang tidak signifikan, yakni sekitar Rp1-1,5 juta per ekor. Sementara terkait dengan penualan, saat ini proses transaksi jual-beli hewan kurban banyak dilakukan via daring untuk mencegah masuknya virus PMK.
"Area kami masih zona hijau sampai sekarang. Saya memang ketat dalam proteksi orang luar yang ke kandang," jelasnya.
Senada, Peternak Domba Kambing Sleman dari Merapi Farm, Taufik Mawaddani mengatakan sepekan menjelang Iduladha, penjualan hewan kurban baru mencapai 500 ekor. Padahal biasanya mencapai 900-1.000 ekor.
"Beberapa [ternak] sudah terkirim ke pelanggan. PMK ini punya dampak besar. Sepertinya daya beli masyarakat kurban kali ini dan dampak PMK lumayan drastis. Kita enggak bisa pastikan, bisa jadi warga beli mendekati Iduladha," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan penjualan ternak perlu dilihat sampai Kamis pekan depan, jika tetap tidak ada perubahan artinya penjualan hewan kurban tahun ini memang turun. "Kalau di saya [penurunan] 40-50 persen penjualan hari ini," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.