Advertisement

Banyak yang PHK Karyawan, Startup Barang Antik Jogja Ini Malah Berkembang

Abdul Hamied Razak
Selasa, 05 Juli 2022 - 14:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Banyak yang PHK Karyawan, Startup Barang Antik Jogja Ini Malah Berkembang CEO Founder Hobikoe, Mukhammad Washar Wasesa (ist)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Meski banyak startup atau perusahaan rintisan yang tutup dan menimbulkan banyak kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan di seluruh dunia, tidak menyurutkan startup di Jogja terus berkembang. 

Salah satu startup yang baru lahir di Jogja adalah Hobikoe. Startup yang digawangi PT Djaya Dipa Indonesia ini telah resmi berbadan hukum per 2020 tersebut terus berkespansi dengan segmen berbeda. Hobikoe memiliki misi menjadi satu-satunya media (startup) kolaborasi dan transaksi barang seni, koleksi dan antik di regional Asia. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Kami membangun kolaborasi pecinta barang antik se-Indonesia, membangun basis data kolektor dan koleksi barang antik seluruh Indonesia. Kami akan ekspansi ke Asia dan Go Internasional," kata Wesa, sapaan akrab Mukhammad Washar Wasesa CEO Founder Hobikoe, Senin (4/7/2022).

Wesa merupakan Ketua Indonesia Antique Community, sebuah komunitas yang menaungi banyak komunitas jual beli barang antik dan Ketua Masyarakat Numismatik Indonesia (MNI) Jawa Tengah dan DIY. Ia mampu mengemas platform aplikasi jual beli barang antik dan hobi bagi collectors dan komunitas pecinta barang seni, antik dan barang koleksi lainnya.

Baca juga: Ke Pasar Kangen Yuk! Berburu Kuliner Tempo Dulu dan Barang Antik

"Platform digital ini satu- satunya di e-commerce Indonesia yang menawarkan berbagai jasa dan memfasilitasi berbagai bentuk transaksi antaranggotanya," katanya.

Sejak didirikan 24 Januari 2020, katanya, Hobikoe membukukan pendapatan sebesar Rp1 miliar dengan nilai pertumbuhan google analitik yang naik 15%. Startup ini yang sudah diunduh sebanyak 5.000 kali ini, kata Wesa, hadir untuk segmen pecinta barang-barang antik dan kuno. 

Untuk mengembangkan startup tersebut, Wesa menggandeng Galery Seni dan koleksi Indonesia dan Asia, Pasar barang antik Indonesia dan Asia, Gallery barang antik Indonesia dan Asia, Rumah lelang barang antik Indonesia dan Asia, Pegadaian barang antik, koleksi dan seni Indonesia dan Asia.

Advertisement

"Kami melihat potensi atau ruang penjualan online ini sebagai salah satu jawaban atas kebutuhan dunia hobby. Khususnya bagaimana para pengguna terlayani oleh Collection Management System, Solusi Cloud Collection Management System yang aman dan terenkripsi," katanya.

Ke depan, melalui platform ini Wesa akan mengembangkan fitur Lelang. Fitur ini dikelola dengan managemen yang mumpuni seperti kurasi, Appraisal, Trading and Auction, Layanan Uang Digital, NFT dan Blokchain dengan misi mengubah lanskap pembayaran yang pernah terjadi sebelumnya.

Sekadar diketahui, Startup Ranking tahun 2022, Indonesia menjadi 10 besar negara dengan jumlah perusahaan rintisan atau startup terbanyak di dunia. Tercatat, 2.346 startup dalam negeri, yang menempatkan Indonesia di urutan kelima terbanyak di dunia. Startup asal Indonesia juga menjadi yang terbanyak di Asia Tenggara.

Advertisement

Adapun di Jogja, menurut data Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI), berada di urutan ke-5, setelah Malang dengan 115 startup, Bandung 93 startup, dan Jogja 85 startup. *

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Digadang-gadang Jadi Cawapres Ganjar, Begini Reaksi Erick Thohir

News
| Senin, 05 Desember 2022, 21:27 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement