Advertisement
Babarsari Rusuh, Ini Saran JPW untuk Polisi
Ilustrasi. - Reuters/Mussa Qawasma
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN - Jogja Police Watch (JPW) mengecam terjadinya kerusuhan kawasan Seturan dan Babarsari, Sleman. Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba mengatakan suatu hal yang diselesaikan dengan cara kekerasan, tidak akan menyelesaikan persoalan, namun menambah masalah baru.
Dia meminta agar kasus ini diusut tuntas, siapapun yang terlibat harus diproses secara adil, transparan, dan profesional. Kepolisian tidak boleh kalah dengan aksi premanisme dan anarkisme oleh siapapun.
Advertisement
"Mengecam segala tindakan kekerasan dalam bentuk dan alasan apapun," ucapnya, Selasa (05/07/2022).
BACA JUGA: Terjebak di Dalam Kantor, Seorang Remaja Jadi Korban Kerusuhan di Babarsari
Menurutnya perlu dilakukan upaya pencegahan dini agar kasus serupa tidak terulang kembali. Upaya pencegahan bisa dilakukan melalui kepekaan aparat penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian atas potensi terjadinya konflik massa.
Tidak hanya di daerah Seturan dan Babarsari saja, namun pencegahan juga perlu dilakukan di tempat lainnya. Kemudian kepala daerah yang ada di provinsi dan kabupaten perlu secara rutin melakukan dialog dengan mahasiswa atau pelajar luar daerah.
"Karena setiap perkumpulan pasti ada paguyubannya masing-masing dan ada sesepuhnya yang dituakan jadi panutan. Kehadiran kepala daerah itu sangat diperlukan," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah daerah juga perlu secara rutin melakukan razia terhadap operasional tempat hiburan malam yang ada di wilayah DIY. Apabila terjadi pelanggaran, langsung dilakukan tindakan tegas.
"Siapa pun dan darimana asal kita harus menjunjung tinggi yang namanya 'dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung'," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Ungkap Rp5 Miliar dalam Lima Koper Disimpan di Safe House
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Hilal Awal Ramadhan 1447 H Dipastikan Tak Terlihat di DIY
- Dana Desa Dipangkas untuk KDMP, Lurah di Gunungkidul Hanya Bisa Pasrah
- Operasi Keselamatan Progo 2026 Mampu Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan
- Puasa, Begini Skema Penyaluran MBG di Gunungkidul
- Dampak Hujan, BPBD Catat 32 Titik Longsor, Warga Terpaksa Mengungsi
Advertisement
Advertisement







