Advertisement

Mahasiswa Asing Pelajari Toleransi Lewat Candi Borobudur

Sunartono
Minggu, 24 Juli 2022 - 12:17 WIB
Budi Cahyana
Mahasiswa Asing Pelajari Toleransi Lewat Candi Borobudur Mahasiswa asing program Summer School UMY mengunjungi Candi Borobudur. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—International Program of Government Affairs and Administration Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Igov UMY) menggelar 3rd International Government and Politics Summer School yang diikuti mahasiswa asing dari berbagai negara.

Direktur Igov UMY Sakir Ridho Wijaya mengatakan salah satu kegiatan melibatkan mahasiswa asing di kampusnya adalah outing class dengan mengunjungi Borobudur. Tujuannya memperkenalkan Indonesia dengan masyarakat mayoritas muslim yang menjunjung tinggi toleransi. Salah satu buktinya adalah keberadaan candi Budha terbesar di dunia yaitu Borobudur.

BACA JUGA: Pemkot Jogja Dorong Koperasi Konvensional Beralih ke Modern

"Selain itu kami juga memperkenalkan budaya ataupun objek wisata di sekitar DIY, diselenggarakannya acara outing tersebut bertujuan untuk menyegarkan pikiran para peserta yang telah diberi materi mengenai sistem pemerintahan di Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/7/2022).

Sakir mengatakan kegiatan itu diadakan agar para mahasiswa asing tidak bosan dengan program tersebut.

"Para peserta yang mengikuti kegiatan outing secara langsung sangat suka dengan kegiatan belajar mengajar di luar kelas yang bertempat di alam terbuka, selain itu dengan budaya, mereka menyukai berjalan kaki jadi menikmati," ujarnya.

Salah satu peserta dari University of Bradford, Inggris Usama Shehzad mengatakan cuaca di Indonesia dengan di negaranya berbeda. Di Inggris, kata dia, cuaca tak sepanas di Indonesia. Namun ia senang dan menikmati dengan kegiatan di luar kelas dilakukan. Usama banyak belajar dan mendapatkan ilmu baru tentang sejarah Candi Borobudur dan Budha di Indonesia.

"Cuaca di Indonesia sangat berbeda dari negara asal saya, disini sangat panas berbeda dari negara saya yang bercuaca dingin bahkan bisa sampai -5 derajat. Saya senang, banyak mendapatkan hal baru mengenai sejarah dari Candi Borobudur," ujarnya.

BACA JUGA: Jika JJLS Tersambung, Kulonprogo Ingin Bangun Kuliner Jimbaran di Glagah

Pemandu kegiatan, Fadhila Septiyaning menambahkan kegiatan itu untuk menjaga semangat peserta pada acara 3rd IGoPSS agar dapat terus bertukar informasi maupun menimba ilmu mengenai perbedaan dari negara asal mereka.

Advertisement

"Kami berharap dengan adanya acara ini, para peserta bisa mengetahui perbedaan budaya dan keramahtamahan orang Indonesia," katanya. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Istri di China Menuntut Selingkuhan Suaminya Senilai Rp8,2 Miliar

News
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Tiket Masuk Borobudur dan Pulau Komodo Naik, Sandiaga Uno: Tidak Semua Tiket Destinasi Naik!

Wisata
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement