Advertisement

Bantul Kembali Dapat Vaksin PMK 800 Dosis

Ujang Hasanudin
Selasa, 26 Juli 2022 - 13:57 WIB
Budi Cahyana
Bantul Kembali Dapat Vaksin PMK 800 Dosis Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto (kanan) mendampingi dokter hewan menyuntikan vaksin PMK di kandang Kelompok Ternak Pandanmulyo, Dusun Ngentak, Poncosari, Srandakan, Rabu (29/6/2022). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul kembali mendapat pasokan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk hewan ternak.

Sebanyak 800 dosis diterima pada pekan ini. Sebelumnya, Bantul sudah mendapat 300 dosis sehingga total menerima 1.100 dosis.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

BACA JUGA: JJLS Gunungkidul Mulai Dilirik Investor

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Joko Waluyo mengatakan pasokan vaksin PMK sudah didistribusikan ke semua kapanewon untuk disuntikan kepada hewan ternak oleh dokter hewan di masing-masing kapanewon.

Joko mengaku jumlah vaksin yang didapatkan Bantul masih jauh dari populasi hewan ternak, terutama sapi yang mencapai 73.000 ekor. “Jumlah hewan di Bantul yang sudah disuntik vaksin PMK memang masih sangat sedikit, baru mencapai sekitar 1,5% dari total jumlah populasi sapi,” kata Joko, Selasa (26/7).

Joko mengatakan penularan PMK pada hewan ternak di Bantul masih terus terjadi, tetapi tidak seluas pada Mei dan Juni lalu penularannya. Sampai Minggu lalu jumlah hewan ternak yang terpapar PMK mencapai 3.139 ekor yang terdiri dari sapi 2.873 ekor, domba 235 ekor, kambing 24 ekor, dan kerbau tujuh ekor.

Dari jumlah itu setidaknya ada 19 ekor sapi yang mati dan 83 ekor sapi dipotong paksa, “Kemudian untuk tingkat kesembuhannya tercatat ada 1.127 ekor, dengan rincian 927 ekor sapi, 191 ekor domba, dan sembilan ekor kambing,” papar Joko.

Guna meningkatkan kesembuhan pada hewan yang terpapar PMK, pihaknya sudah menugaskan dokter hewan agar rutin melakukan pengobatan.

Advertisement

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Sugeng Purwanto mengatakan dalam tahap kedua ini vaksin PMK yang diperoleh DIY dari Pemerintah Pusat sebanyak 8.600 dosis. Sementara tahap pertama dulu sekitar 4.800 dosis, sehingga totalnya 13.400 dosis. Semuanya sudah didistribusikan ke kabupaten dan kota, “Terbanyak adalah Gunungkiudl dan Sleman sesuai jumlah populasi sapi yang banyak,” katanya.

Total hewan ternak yang terpapar PMK sampai saat ini sekitar 10.000an lebih namun penambahannya akhir-akhir ini cukup sedikit, artinya sudah melandai. Tidak seperti sebelum-sebelumnya penularannya yang cukup cepat.

BACA JUGA: Ini Deretan Kota di Indonesia yang Jadi Favorit Turis Mancanegara, DIY Salah Satunya

Advertisement

Landainya penularan PMK pada hewan ternak diakui Sugeng akibat adanya vaksin PMK. “ Ini efek vaksinasi dan pemberian obat, pemberian makanan, dan vitamin yang dibantu pemerintah,” katanya.

Ia berharap dalam waktu ke depan sudah tidak ada lagi penularan PMK pada hewan ternak di DIY.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jadwal KRL Jogja Solo, Jumat (9/12/2022)

News
| Jum'at, 09 Desember 2022, 08:47 WIB

Advertisement

alt

Ikut Genjot Kualitas SDM Desa Wisata, Ini yang Dilakukan oleh BCA

Wisata
| Kamis, 08 Desember 2022, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement