Advertisement

Persiapkan Pelabuhan Gesing, Pemerintah Buka Gerbang bagi Para Investor

Sunartono
Rabu, 27 Juli 2022 - 19:07 WIB
Arief Junianto
Persiapkan Pelabuhan Gesing, Pemerintah Buka Gerbang bagi Para Investor Ilustrasi aktivitas di Pantai Gesing. - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY bakal membangun Pelabuhan Gesing untuk kian menggenjot perekonomian di kawasan pesisir selatan. Terlebih nantinya Jalur Jalan Lintas Selatan akan tersambung sepenuhnya.

Untuk itu, Pemda DIY membuka lebar peluang investasi di destinasi tersebut. Terlebih di kawasan tersebut bakal ada semacam pasar ikan dan industri pengolahan ikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Bayu Mukti Sasongko menyatakan pembangunan Pelabuhan Gesing menggunakan konsep Tourism Fishing Port atau pelabuhan perikanan yang dimanfaatkan juga untuk wisata.

BACA JUGA: PAN DIY Gelar Rakerwil, Nama Sultan Tetap Mencuat sebagai Usulan Bakal Capres

Dengan begitu, di pelabuhan tersebut tidak sekadar dipakai nelayan mencari ikan, tetapi juga sangat memungkinkan kapal bisa disewa untuk para wisatawan guna menikmati atau mancing di tengah laut dengan SOP tertentu.

Keberadaan pelabuhan ini justru ke depan akan menambah kunjungan wisata di kawasan tersebut.

“Prinsipnya nanti akan diupayakan bagaimana wisatawan bisa naik kapal sampai ke tengah, tentunya dengan SOP yang aman. Sekarang sebenarnya sudah tetapi masih terbatas, seperti pakai motor tempel,” ucap Bayu, Rabu (27/7/2022).

Kawasan tersebut, imbuh Bayu, juga akan dikembangkan wisata kuliner ikan yang diambil secara langsung dari para nelayan lokal sekitar pelabuhan.

Selain itu keberadaan banyak kapal besar akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bayu meyakini keberadaan pelabuhan berbasis wisata itu akan menjadi pengungkit perekonomian.

Untuk itu, Pemda DIY sangat terbuka jika kemungkinan ada investor yang masuk ke Pelabuhan Gesing. Karena sesuai dengan perencanaan di kawasan tersebut bakal ada semacam pasar ikan dan industri pengolahan ikan.

Advertisement

Dengan begitu, ikan yang keluar tidak dalam bentuk utuh, melainkan sudah diolah seperti kaleng maupun filet. “Paling tidak sudah ada nilai tambah secara lokal, jadi tidak semua dari pemerintah kami kerja sama dengan investro harapannya,” ucapnya.

Dia memastikan keberadaan pelabuhan untuk menampung kapal besar tidak membuat nelayan lokal tertinggal.

Penggunaan teknologi kapal 10 GT tersebut sudah banyak dikuasai para nelayan di Gunungkidul terutama yang sudah beroperasi di Sadeng. Selain itu ada pelatihan bagi nelayan yang belum dapat mengoperasikan kapal 10 GT.

Advertisement

“Pelabuhan kapal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas nelayan yang dulunya masih pakai motor tempel atau perahu jukung bisa beralih ke kapal lebih besar seperti 10 GT. Supaya mereka bisa melaut lebih jauh dan dapat ikan lebih banyak,” ujarnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Istri di China Menuntut Selingkuhan Suaminya Senilai Rp8,2 Miliar

News
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Tiket Masuk Borobudur dan Pulau Komodo Naik, Sandiaga Uno: Tidak Semua Tiket Destinasi Naik!

Wisata
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement