Advertisement

Mengenal Mubeng Beteng, Tradisi Masyarakat Jogja saat Malam 1 Suro

Bernadheta Dian Saraswati
Jum'at, 29 Juli 2022 - 15:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Mengenal Mubeng Beteng, Tradisi Masyarakat Jogja saat Malam 1 Suro Kawasan sisi dalam Plengkung Gading yang berada di beteng Kraton Jogja. Foto diambil Kamis (17/6/2022). - Harian Jogja/Sunartono.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Kraton Jogja resmi mengumumkan bahwa kegiatan Mubeng Beteng 2022 ditiadakan.

"Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Tapa Bisu Mubeng Beteng belum dapat dilaksanakan pada kesempatan ini," tulis Kraton Jogja dalam laman Instagramnya dikutip Harianjogja.com, Jumat (29/7/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Lantas apa sebenarnya ritual mubeng beteng itu?

Dilansir dari Wisata Budayaku, portal database wisata budaya milik Sekolah Vokasi UGM, tradisi mubeng beteng juga disebut dengan tradisi topo (tapa atau bertapa) bisu atau puasa berbicara.

Bagi para penganut Kejawen (kepercayaan tradisional masyarakat Jawa), malam 1 Suro merupakan malam yang cocok untuk melakukan ritual yang bisa digunakan untuk menginstropeksi diri. Ada beberapa kegiatan yang biasanya dilakukan di waktu malam 1 Suro. Kraton Surakarta dengan ritual jamasan (memandikan) pusaka-pusaka kraton termasuk mengirab kerbau bule, Kiai Slamet. Sementara Kraton Jogja dengan jamasan dan mubeng beteng.

Orang yang mengikuti mubeng beteng tidak boleh saling berbicara karena momen ini merupakan momen yang sangat pas dan tepat untuk mengintropeksi diri dan merefleksikan diri menjadi lebih baik, serta mengingat kesalahan masa lalu yang pastinya tidak akan dilakukan di kemudian hari. Ritual Lampah Budaya Mubeng Beteng diikuti oleh abdi dalem, prajurit kraton juga masyarakat umum.

Tradisi mubeng beteng sebenarnya tidak hanya berada seputaran benteng Kraton Kasultanan Yogyakarta, tetapi juga ada mubeng kuthagara dan mancanegara. Mancanegara yang dimaksud adalah daerah di luar wilayah kasultanan tetapi masih di wilayah Kerajaan Yogyakarta.

Karena hal tersebut, mubeng beteng diikuti oleh ribuan masyarakat dari dalam maupun luar Jogja yang ingin berlaku batin atau mereka yang ingin merasakan aura hening dari lampah tapa bisu itu. Meski pada masa pandemi ini ditiadakan, tetapi mubeng beteng tetap lestari sebagai rangkaian acara perayaan malam tahun baru Islam yang dimulai dari Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta atau Kamadhungan Lor, menuju Ngabean, Pojok Beteng Kulon, Plengkung Gading, Pojok Beteng wetan, Jalan Ibu Ruswo, Alun-alun Utara dan kembali lagi ke Kamadhungan Lor. Laku tapa bisu ini berlangsung tepat pada tengah malam tanggal 1 Suro, setelah Putri Sultan, Gusti Mangkubumi dan Gusti Condrokirono, memberangkatkan pasukan.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Fly Over Janti Mulai Dipenuhi Mural

Fly Over Janti Mulai Dipenuhi Mural

Jogjapolitan | 4 hours ago

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Mulanya Cuek, Erina Gudono Kenang Momen saat Pertama Kali Kenalan dengan Kaesang

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 19:47 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement