Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Kawasan sisi dalam Plengkung Gading yang berada di beteng Kraton Jogja. Foto diambil Kamis (17/6/2022). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA-Kraton Jogja resmi mengumumkan bahwa kegiatan Mubeng Beteng 2022 ditiadakan.
"Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Tapa Bisu Mubeng Beteng belum dapat dilaksanakan pada kesempatan ini," tulis Kraton Jogja dalam laman Instagramnya dikutip Harianjogja.com, Jumat (29/7/2022).
Lantas apa sebenarnya ritual mubeng beteng itu?
Dilansir dari Wisata Budayaku, portal database wisata budaya milik Sekolah Vokasi UGM, tradisi mubeng beteng juga disebut dengan tradisi topo (tapa atau bertapa) bisu atau puasa berbicara.
Bagi para penganut Kejawen (kepercayaan tradisional masyarakat Jawa), malam 1 Suro merupakan malam yang cocok untuk melakukan ritual yang bisa digunakan untuk menginstropeksi diri. Ada beberapa kegiatan yang biasanya dilakukan di waktu malam 1 Suro. Kraton Surakarta dengan ritual jamasan (memandikan) pusaka-pusaka kraton termasuk mengirab kerbau bule, Kiai Slamet. Sementara Kraton Jogja dengan jamasan dan mubeng beteng.
Orang yang mengikuti mubeng beteng tidak boleh saling berbicara karena momen ini merupakan momen yang sangat pas dan tepat untuk mengintropeksi diri dan merefleksikan diri menjadi lebih baik, serta mengingat kesalahan masa lalu yang pastinya tidak akan dilakukan di kemudian hari. Ritual Lampah Budaya Mubeng Beteng diikuti oleh abdi dalem, prajurit kraton juga masyarakat umum.
Tradisi mubeng beteng sebenarnya tidak hanya berada seputaran benteng Kraton Kasultanan Yogyakarta, tetapi juga ada mubeng kuthagara dan mancanegara. Mancanegara yang dimaksud adalah daerah di luar wilayah kasultanan tetapi masih di wilayah Kerajaan Yogyakarta.
Karena hal tersebut, mubeng beteng diikuti oleh ribuan masyarakat dari dalam maupun luar Jogja yang ingin berlaku batin atau mereka yang ingin merasakan aura hening dari lampah tapa bisu itu. Meski pada masa pandemi ini ditiadakan, tetapi mubeng beteng tetap lestari sebagai rangkaian acara perayaan malam tahun baru Islam yang dimulai dari Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta atau Kamadhungan Lor, menuju Ngabean, Pojok Beteng Kulon, Plengkung Gading, Pojok Beteng wetan, Jalan Ibu Ruswo, Alun-alun Utara dan kembali lagi ke Kamadhungan Lor. Laku tapa bisu ini berlangsung tepat pada tengah malam tanggal 1 Suro, setelah Putri Sultan, Gusti Mangkubumi dan Gusti Condrokirono, memberangkatkan pasukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.