Advertisement

TBY Bekali Mahasiswa Kemampuan Menulis Bidang Seni

Sunartono
Selasa, 09 Agustus 2022 - 06:57 WIB
Sirojul Khafid
TBY Bekali Mahasiswa Kemampuan Menulis Bidang Seni Mahasiswa mengikuti serasehan seni budaya bertajuk Dinamika Media Seni Kita di Ruang Seminar TBY, Yogyakarta, Senin (8/8/2022). - Harian Jogja/Sunartono

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menggelar serasehan seni budaya bertajuk Dinamika Media Seni Kita di Ruang Seminar TBY, Yogyakarta, Senin (8/8/2022). Diskusi itu digelar untuk membekali para mahasiswa agar memiliki kemampuan menulis di bidang seni.

Kepala TBY, Purwiati, menjelaskan diskusi tentang media itu untuk memfasilitasi para mahasiswa maupun pelajar di DIY agar memiliki bekal menulis, khususnya tentang seni. Kebetulan TBY memiliki majalah bernama Mata Jendela yang secara khusus mengupas tentang seni. Mahasiswa tersebut nantinya bisa turut terlibat mengirimkan tulisan ke redaksi. Adapun para peserta serasehan merupakan perwakilan dari kampus yang ada di Yogyakarta.

Setelah mengikuti serasehan itu, harapannya para mahasiswa mendapatkan bekal maupun ilmu menulis di bidang seni. Selain itu mereka dapat membuat karya tulis untuk dikirimkan ke redaksi Mata Jendela.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Penekanan ini disiapkan untuk mahasiswa dan pelajar yang akan menulis di majalah seni Mata Jendela, jadi sudah dibekali dulu. Harapannya mereka mampu menghasilkan karya tulis yang berkualitas terutama berkaitan dengan seni. Sehingga tulisannya bisa dinikmati, kalau hasil tulisannya bagus tentu akan mudah diserap pembaca," katanya di sela-sela serasehan tersebut.

BACA JUGA: Reformasi Kalurahan Jadi Fokus Visi Misi Gubernur DIY, Begini Skenarionya

Ia mengatakan para narasumber serasehan sengaja menghadirkan para redaktur Mata Jendela karena berpengalaman mengurusi langsung majalah seni. Sehingga peserta bisa melakukan tanya jawab secara langsung. Para peserta sebelumnya telah mendaftar secara online.

"Kenapa menghadirkan para redaktur, karena mereka yang menangani langsung. Mencari penulis itu juga tidak mudah kalau tidak ada pengkaderan. Sehingga Ini menjadi kesempatan diskusi yang memang dibutuhkan mereka. Sehingga peserta ini mampu menghasilkan tulisan yang menarik dan berkualitas," katanya.

Redaktur Majalah Mata Jendela, Satmoko Budi Santoso, selaku narasumber menyampaikan tentang kiprah Majalah Mata Jendela sebagai media seni di Yogyakarta. Majalah ini sudah cukup lama diterbitkan oleh TBY dalam mewarnai dinamika majalah seni di Yogyakarta.

Majalah ini memiliki konten menarik yang secara khusus memuat konten telaah seni budaya. Sebagai majalah instansi, Mata Jendela cocok disuguhkan ke masyarakat. Beberapa penulis juga diberikan kesempatan membuat karya essai seni sampai 10 halaman untuk satu tema.

Advertisement

"Kami mencoba untuk merefresh kembali di hadapan adik-adik mahasiswa agar tidak bertanya-tanya apakah ada media seni di Jogja," ujarnya.

Ia menambahkan, terkait cara menulis seni yang menarik dan berkualitas memang bisa dipelajari di berbagai platform termasuk Youtube. Saat ini banyak peluang untuk belajar termasuk menulis seni. Akan tetapi serasehan luring seperti yang digelar TBY ini juga sangat dibutuhkan mahasiswa karena mereka bisa komunikasi dan tanya jawab secara langsung dengan narasumber.

BACA JUGA: Berharap Boleh Kembali Beroperasi, Pengusaha Skuter Listrik Mengadu ke Pemkot

Advertisement

"Justru ini menjadi kesempatan bagi adik-adik mahasiswa untuk belajar sekaligus kami memberikan motivasi kepada mereka," katanya.

Dalam serasehan itu juga menghadirkan sejumlah pengelola majalah Mata Jendela lainnya Latif S. Nugraha dan Taufik Nur Rahman. Latif S. Nugraha menyampaikan tentang tantangan media seni di era digital atau milenial. Di tengah perkembangan teknologi saat ini masyarakat telah disuguhi dengan berbagai platform. Akan tetapi media seni seperti Mata Jendela sebenarnya tetap dibutuhkan karena mengungkap sisi lain tentang beragam seni.

Sedangkan Taufik Nur Rahman memaparkan tentang kilas balik media seni di Yogyakarta. Di era terdahulu terdapat sejumlah media seni di Yogyakarta untuk memberikan pengalaman pengetahuan kepada mahasiswa. "Momentum serasehan ini menjadi penting bagi pengetahuan mahasiswa bahwa di Yogyakarta ada media seni seperti Mata Jendela," katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dijual Segera, Kerangka Dinosourus Usia 150 Tahun untuk Ruang Tamu

News
| Senin, 26 September 2022, 18:27 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement