Advertisement

Perbaiki SDN Delegan yang Ludes Terbakar, Pemkab Siapkan Rp1,6 Miliar

Abdul Hamied Razak
Kamis, 11 Agustus 2022 - 17:57 WIB
Arief Junianto
Perbaiki SDN Delegan yang Ludes Terbakar, Pemkab Siapkan Rp1,6 Miliar Kondisi SDN Delegan 1 Sumberharjo Prambanan. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Pemkab Sleman bergerak cepat untuk memperbaiki gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Delegan 1, Sumberharjo, Prambanan yang terbakar, Selasa (9/8/2022) malam. 

Sekda Sleman, Harda Kiswaya mengatakan berdasarkan rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar pada Kamis (11/8/2022) Pemkab memutuskan untuk segera merenovasi sekolah yang rusak itu.

"Hasil rapat koordinasi, kami menyiapkan dana sampai Rp1,6 miliar untuk merenovasi kembali bangunan yang rusak di sekolah itu," kata Harda kepada Harianjogja.com, Kamis.

BACA JUGA: Terbakar, Perbaikan Gedung SDN 1 Degelan Diperkirakan Selesai Desember Mendatang

Anggaran itu, kata dia, tidak akan mengganggu skema budgeting Pemkab Sleman. Diakuinya, Pemkab masih memiliki alokasi dana Biaya Tak Terduga (BTT). Dana renovasi tersebut bisa diambil dari pos anggaran BTT. Jika ada kendala aturan, lanjutnya, maka biaya renovasi akan diambil dari program yang sudah diiniasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman.

Menurut Harda, Disdik tahun ini mengalokasikan anggaran untuk perbaikan SMP. Alokasi anggarannya, lanjut dia, bisa digeser lebih dulu untuk merenovasi SDN Delegan 1 pada tahun ini. Opsi merenovasi gedung sekolah yang rusak diambil karena struktur bangunan tersebut dinilai masih layak. Hanya bagian atap dan plafon saja yang mengalami kerusakan.

"Jadi ada dua opsi untuk pendanaannya. Bisa melalui BTT atau dari program/kegiatan di Disdik. Ini kami konsultasikan dulu, yang penting tidak melanggar aturan. Nanti bupati akan memilih opsi mana yang akan digunakan," katanya.

Disinggung soal pelelangan, Harda mengatakan lelang untuk renovasi sekolah tersebut tidak dilakukan dengan penunjukan langsung. Proses lelang dilakukan seperti biasanya melalui Badan Layanan Pengadaan (BLP) Sleman. "Jadi tidak menggunakan penunjukan langsung. Lelang seperti biasanya," katanya.

Hanya saja, pelelangan yang dilakukan akan dipercepat dan pengawasannya akan diperketat agar proses renovasi segera dilakukan. Targetnya, September mendatang sudah ditetapkan pemenang lelang. "Desember awal renovasi ditargetkan selesai jadi anak-anak bisa langsung masuk kelas baru. Termasuk nanti menyediakan mebelairnya, untuk laboratorium komputer menyusul," ujarnya.

Dijelaskan Harda, gerak cepat yang dilakukan Pemkab untuk merenovasi gedung sekolah yang rusak akibat kebakaran bertujuan agar para siswa bisa kembali belajar di ruang kelas yang memadai.

Advertisement

"Untuk sementara ya proses belajar mengajar menggunakan bangunan yang masih baik [tidak ikut terbakar]. [Renovasi] Ini demi anak-anak agar bisa segera belajar kembali di kelasnya," kata Harda.

Diberitakan sebelumnya, Kepala SDN Delegan 1 Sartana mengatakan kobaran api melalap tujuh ruang di sekolah itu. Selain ruang kelas (kelas I, II, III, dan VI) ruang laboratorium komputer dan ruang guru termasuk ruang kepala sekolah ikut terbakar. Berdasarkan asesmen sementara Damkar Sleman kebakaran tersebut diduga karena korsleting listrik.

"Kegiatan belajar mengajar bagi siswa kami prioritaskan agar siswa tidak terganggu," katanya.

Advertisement

Kepala Disdik Sleman, Ery Widaryana mengatakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD tersebut tetap dilanjutkan dengan memanfaatkan ruang kelas yang kondisinya masih baik. "Untuk pekan ini [KBM] digelar secara online dulu sambil kami menyiapkan segalanya. Baru mulai Senin depan para siswa bisa belajar kembali di sekolah dengan sistem sif," ujarnya.

Dijelaskan Ery, dari enam rombongan belajar (rombel) di SD tersebut akan dibagi dalam dua sif, yakni pagi dan siang. Rencananya, untuk kelas I-III akan belajar di sekolah mulai pukul 07.00 WIB-11.00 WIB, sementara kelas IV-VI akan belajar mulai siang hari disesuaikan dengan beban pelajaran. Pembelajaran tatap muka dengan dua sift tersebut akan dijalani siswa hingga akhir semester ini.

Dia berharap proses pembangunan kembali ruang-ruang kelas yang rusak bisa selesai hingga Desember mendatang. Dengan demikian, mulai tahun depan para siswa diharapkan kembali belajar di kelas.

"Kami sudah meminta sekolah segera mengatur. Semua guru dan orang tua siswa juga harus ikhlas melaksanakan semuanya. Tidak ada perbedaan pelayanan," kata Ery. 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dari Bidang Makanan sampai Kesehatan, 21 CEO Meraih Achievement Award

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement