Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Petani di Kalurahan Genjahan, Ponjong menanam padi di masa tanam III. Foto diambil 31 Juli 2022./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul - Masyarakat di Gunungkidul diminta segera bersiap memulai musim tanam. Pasalnya, musim hujan tahun ini diperkirakan mulai terjadi pada akhir September mendatang.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan musim hujan tahun ini diperkirakan turun lebih cepat. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai akhir September sudah memasuki musim hujan.
“Akhir September sudah hujan, meski belum merata. Namun, memasuki Oktober curah hujan sudah merata di seluruh wilayah DIY,” kata Rismiyadi kepada wartawan, Kamis (18/8/2022).
BACA JUGA: Upacara 17-an Digelar Lagi di Pantai Baron, Peserta Harus Berenang Sejauh 200 Meter
Dia menjelaskan, datangnya musim hujan yang lebih cepat menjadi kabar yang baik bagi para petani di Gunungkidul. Pasalnya, lahan yang dimiliki bisa diolah untuk ditanam padi di masa tanam pertama di musim penghujan.
Menurut Rismiyadi, sudah mengeluarkan Surat Edaran No.557/1059 tertanggal 12 Agustus 2022. Inti dari edaran ini meminta para petani menyiapkan lahan untuk memulai masa tanam.
Selain itu, bagi petani yang belum memanen singkong, diminta segera memanennya agar saat datang musim hujan lahan yang dimiliki sudah bisa dipergunakan menanam padi.
“Lahan yang dipersiapkan bisa diolah terlebih dahulu sehingga saat hujan turun dengan kapasitas merata bisa langsung memulai penanaman padi,” katanya.
Senada, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono menngatakan sejumlah program sudah dipersiapkan untuk memaksimalkan produktivitas tanaman pangan di Bumi Handayani.
Sebagai contoh di masa tanam pertama sudah menyiapkan bantuan benih padi yang luasannya mencapai 2.911 hektare. Rencananya benih ini diberikan ke kelompok tani di pertengahan September mendatang. “Nanti juga ada bantuan benih jagung seluas 1.770 hektare dan kedelai untuk lahan seluas 399 hektare,” katanya.
Raharjo mengungkapkan, penyiapan lahan untuk musim tanam hingga saat ini masih minim karena capaian baru sekitar 5% dari total luasan yang ada. Oleh karenanya, para petani segera menyiapkan dengan mengolah lahan untuk menyambut musim penghujan.
“Di awal musim hujan curahnya antara 50-150 milimeter. Tapi, memasuki Oktober seluruh wilayah Gunungkidul curah hujan sudah di atas 150-200 milimeter,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya lewat dua gol Gustavo Almeida pada pekan ke-33 Super League.