BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat membuka Virtual Job Fair di Kantor Disnakertrans Bantul, Senin (22/8/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meyakini Job Fair 2022 yang menyediakan 5.954 lowomgan dapat mengurangi angka pengangguran yang masih tinggi di Bumi Projotamansari pasca-pandemi Covid-19 ini.
“Tentu virtual job fair ini dimaksudkan agar angka pengangguran di Kabupaten Bantul bisa ditekan dengan sendirnya dan angka kesejahteraan naik, angka kemiskinan turun. Sehingga seluruh warga Bantul diharapkan semua bisa bekerja, tidak ada yang nganggur, tidak ada yang miskin,” kata Halim, saat membuka Virtual Job Fair 2022 di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Senin (22/8/2022).
BACA JUGA: Cegah Tsunami, Sabuk Hijau Kawasan Bandara YIA Diperkuat
Halim memaparkan virtual job fair tahun ini diikuti 46 perusahaan dengan lowongan 5.964. Dari jumlah tersebut, perusahaan yang berdomisili di Bantul sebanyak 11 perusahaan dengan kebutuhan tenaga kerja 1.674 orang. Sisanya dari 35 perusahaan yang berdomisili di luar Bantul.
Virtual job fair diselenggarakan sampai 24 Agustus. Pencari kerja yang sudah mendaftarkan akun sebanyak 2.436 dan yang sudah melamar ke perusahaan sebanyak 3.903 orang. Dari jumlah tersebut, porsi pelamar untuk difabel sebanyak 100 orang dan yang sudah mendaftar sebanyak 22 orang.
“Dari jumlah pendaftar yang sudah melamar kerja di perusahaan dalam job fair ini untuk kategori lulusan sebanyak 1.564 lulusan SMA, 349 lulusan D3, 48 lulusan D4, 1.823 lulusan S1, dan 26 lulusan S2,” papar Halim.
Ia berharap virtual job fair ini bisa mengurangi angka pengangguran yang jumlahnya mencapai sekitar 24.000 per akhir 2021 lalu.
Kepala Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti mengimbau para pencari kerja di Bantul bisa memanfaatkannya untuk mencari pekerjaan sesuai minat dan klasifikasinya masing-masing. Lowongan pekerjaan dalam job fair terbuka bagi lulusan sarjana hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Selain itu, lowongan kerja dalam job fair tahun ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 2.000 lowongan. Ia berharap dalam job fair ini semua lowongan dapat terisi sehingga bisa mengurangi angka pengangguran di Bantul.
BACA JUGA: Sportourism, Olahraga Sekaligus Wisata untuk Jaring Pasar Internasional
Menurut Istirul jumlah pengangguran di Bantul bertambah selama masa pandemi Covid-19 ini karena ada perusahaan di Bantul mengurangi jumlah pekerja. Dari catatannya per akhir 2021 jumlah pengangguran di Bantul sebanyak 24.000 orang dan mayoritas pengangguran adalah lulusan SMA dan SMK.
Tingginya jumlah pengangguran di Bantul, kata Istirul, lantaran jumlah lulusan tidak sebanding dengan minat atau kualifikasi yang tersedia pada lowongan kerja. “Bantul ini mayoritas lowongan yang tersedia itu industri garmen dan furniture,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Bulog menyalurkan bantuan beras untuk Oktober-Desember 2026 di Potorono, Bantul. Sebanyak 700 keluarga menerima total 30 kilogram beras.
Loker Solo terbaru 2026 tersedia di Job Fair gratis GSI Youth Fest pada 8 November. Ada 1.000 lowongan dari 10 perusahaan.
Bulog menambah 150.000 ton jagung SPHP dengan harga Rp5.000/kg di gudang untuk membantu peternak mikro menekan biaya pakan.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Kejagung dan Polri mengusut sejumlah kasus besar, mulai dari korupsi hingga kriminal.
Sebanyak 12 dari 16 KKMP di Kota Jogja telah beroperasi meski belum memiliki gerai permanen. Keterbatasan lahan dan modal masih menjadi kendala.