PSS dan PSIM Deklarasikan Komitmen Keamanan Super League 2026/2027
PSS, PSIM, empat kelompok suporter, dan Polda DIY menandatangani komitmen menjaga keamanan BRI Super League 2026/2027.
Para pelaku perjalanan melalui YIA, Kulonprogo, Rabu (11/5/2022)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebagai upaya mitigasi bencana tsunami dan pencegahan abrasi, PT Angkasa Pura I memperkuat green belt atau sabuk hijau di kawasan pesisir bandara YIA, Kulonprogo. Penanaman pepohonan sabuk hijau akan digencarkan guna meningkatkan keamanan bandara dari ancaman abrasi dan tsunami.
General Manager YIA Agus Pandu Purnama menerangkan perseroan tengah menyelenggarakan program penanaman pohon untuk mengantisipasi potensi bencana atau tindakan sebagai upaya mitigasi bencana. Kegiatan ini dilakukan di semua bandara yang dekat dengan pantai, salah satunya di YIA.
BACA JUGA: Hendak Terbitkan IPL Tol Jogja-YIA, Ini yang Jadi Pertimbangan Pemda DIY
"Untuk daerah selatan, penyangga atau green belt berfungsi apabila terjadi sesuatu, contohnya tsunami dan lain-lain, penangkalnya adalah pohon-pohon ini," terangnya beberapa waktu lalu.
Setidaknya 5.000 tanaman dengan berbagai jenis spesies ditanam di kawasan hutan mangrove Pantai Pasir Kadilangu, Jangkaran, Temon sebagai green belt. Beberapa spesies yang ditanam sebagai pencegah abrasi dan mitigasi bencana ini meliputi tanaman cemara udang, pandan laut, anggur laut dan mangrove.
Pandu menuturkan bila abrasi di daerah selatan tergolong luar biasa. Penanaman berbagai pohon ini menurut Pandu paling tidak mengurangi kemungkinan tersebut.
Angkasa Pura mengajak seluruh kelompok tani untuk memelihara pohon-pohon itu agar terus tumbuh
"Jadi kami harus memastikan 5000 pohon ini jadi, tumbuh," tambahnya.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jogjakarta, Muhammad Wahyudi menilai kawasan pesisir di sekitar Pantai Pasir Kadilangu menjadi vital dan penting karena adanya YIA. Sebagai salah satu infrastruktur strategis nasional, kondisi sekitar bandara harus tertata dengan baik, salah satunya pembentukan green belt.
Wahyudi menilai saat ini masih perlu upaya penanaman pohon di kawasan pesisir bandara. Wahyudi berharap pengelolaan kawasan pesisir tetap mendukung kelestarian lingkungan hidup dan mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar. "Sampai saat ini memang masih perlu harus dilakukan penanaman dan juga menjaga abrasi itu untuk tidak sampai masuk," ujarnya.
Penjabat Bupati Kulonprogo Tri Saktiyana menuturkan Kulonprogo memiliki pantai yang langsung berhadapan dengan laut tanpa perlindungan, tidak seperti Gunungkidul yang memiliki tebing-tebing. Oleh karena itu, perlu diciptakan strategi perlindungan abrasi yang salah satunya dapat dilakukan penanaman vegetasi mangrove dan tanaman lainnya.
BACA JUGA: Warna-Warni Puluhan Layangan Warnai Langit Pantai Samas
"Ada anggur laut, ada mangrove dan ada pandan. Ini tanaman-tanaman yang kita upayakan agar supaya abrasi di pantai selatan Kulonprogo bisa dicegah," ujar dia.
YIA dapat menjadi bandara yang paling peduli terhadap lingkungan hidup. "Semoga penanaman hari ini nanti bisa berkembang terus dan abrasi di pantai selatan khususnya Kulonprogo bisa ditanggulangi," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS, PSIM, empat kelompok suporter, dan Polda DIY menandatangani komitmen menjaga keamanan BRI Super League 2026/2027.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
MRS 2026 putaran empat menjadi uji coba perangkat elektronik Sirkuit Mandalika sekaligus menjaga grip lintasan menjelang MotoGP Indonesia 2026.
AJI Yogyakarta mendesak perusahaan media memperkuat SOP keselamatan jurnalis, termasuk pelatihan, APD, mitigasi, komunikasi, dan evakuasi.
Turnamen Biliar Joglosemar 2026 mempertemukan insan pers Jogja, Solo, dan Semarang sebagai persiapan menuju Porwanas 2027.
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.