Advertisement
Tinjau Sistem Antrean Online, Dewas BPJS Kesehatan Kunjungi RSUP dr. Sardjito

Advertisement
SLEMAN-BPJS Kesehatan terus berupaya mengembangkan inovasi untuk memberikan kemudahan akses bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam hal pengurusan administrasi kepesertaan maupun pelayanan. Salah satunya berfokus pada tranformasi digital yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sehingga mendongkrak tingkat kepuasan peserta JKN.
Wujud transformasi digital yang saat ini tengah dikembangkan BPJS Kesehatan adalah sistem antrean online yang terintegrasi dengan Aplikasi Mobile JKN. Sistem ini diyakini membantu memberi kenyamanan kepada peserta JKN karena mendapatkan kepastian waktu layanan. Peserta tidak lagi harus datang awal ke fasilitas kesehatan sehingga menghindari adanya penumpukan antrean.
Advertisement
Untuk memastikan kelancaran sistem antrean online yang dikembangkan BPJS Kesehatan, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Abdul Kadir mengunjungi RSUP dr. Sardjito, Kamis (25/8/2022). Dalam kunjungannya ini, dia melihat secara langsung apakah sistem ini terimplementasi dengan baik atau tidak termasuk kendala yang dihadapi di lapangan.
“Implementasi sistem antrean online yang dimaksud adalah adanya data transaksi pemanfaatan aplikasi antrean di fasilitas kesehatan. Baik melalui Aplikasi Mobile JKN, aplikasi web antrean dan aplikasi antrean milik fasilitas kesehatan yang terintegrasi dengan Aplikasi Mobile JKN,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (26/8/2022).
Baca juga: Pakai BPJS Kesehatan jadi Lebih Mudah Periksa Kesehatan
Dia menjelaskan, cara paling mudah untuk mengukur keberhasilan peningkatan mutu layanan adalah dari antrean. Menurutnya, dengan antrean online yang dikembangkan BPJS Kesehatan diyakini akan menurunkan kepadatan antrean dan memangkas waktu tunggu peserta di fasilitas kesehatan. Apalagi, antrean online saat ini sudah terintegrasi dengan Aplikasi Mobile JKN.
“Tetapi, tetap harapan kami tidak hanya menggunakan aplikasi antrean online saja tetapi juga pemanfaatannya harus optimal,” ungkapnya.
Direktur Utama RSUP dr. Sardjito, Eniarti menyampaikan, RSUP dr. Sardjito merupakan rumah sakit milik Kementrian Kesehatan yang sudah terintegrasi dengan pendaftaran di Aplikasi Mobile JKN. Pihaknya berharap agar pasien tidak menunggu lebih dari tiga jam, mulai dari datang sampai dengan pulang.
“Sebelum adanya antrean online, peserta dapat menunggu di rumah sakit sekitar 6-8 jam. Namun setelah terintegrasi dengan Aplikasi Mobile JKN, sangat memangkas waktu tunggu peserta di rumah sakit,” ungkap Eniarti.
Dia berharap, transformasi digital untuk tahap awal adalah untuk kepentingan peserta dilanjutkan untuk kepentingan rumah sakit. Dimulai dari antrean online kemudian ke elektronik Surat Egibilitas Peserta (SEP) menggunakan fingerprint, selanjutnya ke tahap elektronik medical record.
“Ini merupakan tahapan yang tidak mudah di rumah sakit. Elektronik medical record yang didukung elektronik SEP akan menjadi elektronik klaim. Keuntungannya akan mengurangi selisih dan mempercepat klaim,” ungkapnya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Pemungutan Suara Ulang Pilkada Akan Digelar 5 dan 9 April, Berikut Daftar Daerahnya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jalur Lengkap Trans Jogja Hari Ini Jumat 4 April 2025
- Pembangunan Taman Budaya Sleman Terhambat Pemangkasan Anggaran
- Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,1
- Ratusan Napi di Lapas Wonosari Dapatkan Remisi Lebaran, 3 Orang Bisa Langsung Bebas
- Damkar Sleman Evakuasi Ular Sanca Kembang dari Sebuah Restoran di Mlati Sleman
Advertisement
Advertisement