Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta saat mengecek produksi oksigen RSUD Wonosari./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul – Kapasitas produksi oksigen RSUD Wonosari berlimpah. Itulah yang menyebabkan pengelola RS tersebut bakal menjual produksi oksigen yang mereka miliki kepada umum.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan kapasitas produksi oksigen rumah sakitnya saat ini memang berlebih karena baru saja mendapatkan bantuan alat dari Kamar Dagang Indonesia (Kadin).
“Sebelum penambahan, kapasitas produksi oksigen sebanyak 240 liter per menit, tapi setelah ditambah menjadi 540 liter per detik,” katanya, Kamis (1/9/2022).
Menurut dia, kapasitas produksi masih bertambah karena mendapatkan bantuan alat produksi oksigen dari Kadin.
Bantuan ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 250 liter per detik. “Jadi dengan semua alat yang dimilik total bisa memproduksi oksigen hampir mencapai 800 liter per detik,” katanya.
Dengan jumlah tersebut, cadangan oksigen yang dimiliki sangat melimpah. Untuk prosesnya juga mudah karena dengan cara menangkap udara di alam bebas kemudian diproses menjadi oksigen.
Ke depannya, surplus ini dipaasarkan ke masyarakat yang membutuhkan oksigen. Hal tersebut bukan masalah karena status RSUD yang merupakan Badan Layanan Usaha Daerah sehingga produk yang dihasilkan bisa dipasarkan ke masyarakat.
Meski demikian, Heru menggarisbawahi bahwa komersialisasi oksigen yang diproduksi hanya menggunakan alat-alat yang melalui pengadaan sendiri. Adapun bantuan dari Kadin dikhususkan untuk menyuplai kebutuhan pasien yang dirawat di RSUD.
“Makanya diletakkan terpisah. Bantuan dari Kadin kami letakkan di dalam sehingga penyaluran untuk kebutuhan internal,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta berterima kasih kepada Kadin yang telah memberikan bantuan alat produksi oksigen secara mandiri.
Dia berharap alat-alat yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal untuk peningkatan kualitas pelayanan di RSUD Wonosari. “Jangan lupa dirawat agar mesin berfungsi secara baik,” katanya.
Dia menambahkan, bantuan alat dari Kadin memiliki kapasitas produksi hingga 12.000 liter per jam. Jumlah ini dirasa akan membantu dalam upaya penyediaan oksigen ke para pasien yang membutuhkan.
“RSUD sudah punya alat sendiri, tapi dengan bantuan ini maka jumlah stok yang dimiliki bisa lebih banyak sehingga tidak ada kekhwatiran mengalami kekurangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Jadwal KRL Jogja-Solo 2 Juni 2026, rute, tarif, dan daftar keberangkatan lengkap dari Yogyakarta hingga Palur.
Jadwal KRL Solo–Jogja 2 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tarif Rp8.000 dan rute stasiun utama.
PSSI menargetkan Timnas Indonesia juara Piala ASEAN 2026. Persiapan dilakukan melalui dua tahap pemusatan latihan di Jakarta dan Bali.
Timnas Indonesia U-19 menang 3-0 atas Myanmar di laga perdana Piala AFF U-19 2026 di Deli Serdang.
Biaya tambahan perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto ditanggung pribadi, kata Seskab Teddy Indra Wijaya.