Kasus ISPA di Bantul Masih Tinggi, Dinkes Minta Warga Waspada
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Pedagang sayur di Pasar Beringharjo menata dagangan pada Selasa (6/9/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Pedagang sayur mayur di Pasar Beringharjo Kota Jogja enggan berspekulasi atau menyetok barang dengan jumlah banyak untuk mendapatkan keuntungan berlebih menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pedagang takut sewaktu-waktu harga turun drastis atau barang tidak laku karena konsumen mengurangi pembelian akibat kenaikan harga kenaikan BBM.
"Sebelum kenaikan BBM harga sayuran sudah naik, kemudian naik lagi karena imbas kenaikan BBM. Kami tidak berani stok banyak. Enggak berani spekulasi takutnya besok naik lagi terus merosot lagi," kata Ida Habibah, pedagang sayur di Pasar Beringharjo, Selasa (6/9/2022).
BACA JUGA: Gara-Gara Banyak Hajatan, Harga Cabai di Gunungkidul Mahal
Ida menyebutkan rata-rata sayuran lebih mahal setelah harga BBM naik. Namun, harga cabai naik signifikan dengan persentase lebih dari 50% per kilogram. "Rawit merah Rp30.000, sekarang Rp40.000 dan sesudah harga BBM naik sekarang jadi Rp50.000. Cabai keriting semula Rp45.000, sekarang Rp80.000," ujarnya.
Menurut Ida, seiring dengan naiknya harga BBM para pedagang mulai memutar otak untuk mengurangi stok jualan. Hal ini untuk menyiasati pengurangan permintaan. Sebagian besar pembeli pun mengurangi jumlah pembelian mereka lantaran harga yang dirasa terlalu mahal.
BACA JUGA: Siap-Siap! Bansos BBM di Sleman Cair Dua Sampai Tiga Hari Lagi
"Mereka mengurangi biasanya beli satu kilogram atau dua kilogram, sekarang dikurangi," kata dia.
Hal ini diamini oleh seorang pembeli Tri Rahayu. Dia memilih untuk mengurangi konsumsi cabai agar pengeluaran tetap terjaga dan tidak terlalu boros. "Yang dulu beli sekilo sekarang dikurangi. Biar pengeluaran tetap terjaga. Biasanya saya beli paprika di Beringharjo," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.