Advertisement

Perhotelan di Jogja Lebih Cepat Pulih Ketimbang Bali, Ini Penyebabnya...

Sunartono
Kamis, 08 September 2022 - 12:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Perhotelan di Jogja Lebih Cepat Pulih Ketimbang Bali, Ini Penyebabnya... Penandatangan kerja sama pengelolaan Malioboro Park View, Kamis (8/9/2022). - Ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-- Pelaku bisnis perhotelan menilai okupansi hotel di Jogja jauh lebih cepat pulih setelah pandemi dibandingkan kota besar lainnya termasuk Bali. Ada banyak faktor yang membuat sektor pariwisata Jogja saat ini justru lebih banyak dipilih wisatawan dibandingkan Bali.

Salah satu pelaku bisnis perhotelan Dicky Sumarsono menjelaskan banyak alasan bagi wisatawan lebih memilih Jogja daripada Bali, salah satunya jalur transportasi menuju Jogja sangat lengkap. Mulai dari jalur jalur darat, kereta api dan penerbangan, semuanya ada.

Banyaknya kampus yang berada di Jogja menjadi peluang tersendiri untuk mendatangkan wisatawan, karena dari perkumpulan lulusan Jogja rata-rata mereka pasti ingin bernostalgia ke Jogja. Di sisi lain destinasi wisata beragam dengan jarak tempuh yang relatif cepat, ada pantai, gunung hingga gudangnya cagar budaya.

"Saat ini okupansi hotel paling tinggi di Indonesia adalah Jogja, Jogja ini jauh lebih cepat pulih dari pandemi dibandingkan Bali. Saya sudah melakukan riset ini di berbagai kota. Dari lima hotel yang kami kelola di Jogja, semua okupansinya sudah di atas 80 persen, di kota lain belum sampai sekian itu," katanya di sela-sela penandatangan kerja sama untuk pengelolaan kawasan Malioboro Park View pada Kamis (8/9/2022).

Baca juga: Okupansi Hotel di DIY Memang Tinggi Sekarang, Tapi....

Ia menambahkan dari sisi akomodasi MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions) juga menempatkan Jogja menjadi pilihan. Di antara pasarnya terdiri atas muslim market, milenial market, goverment market, digital market atau para pelaku usaha digital yang bekerja dari kota ke kota hingga Nature Eco Wellness Adventure (NEWA) atau kawasan ekowisata. Keenam pasar ini semua bisa disiapkan di Jogja, oleh karena perhotelan di Jogja lebih cepat pulih dibandingkan Bali dan kota besar lainnya.

"Jogja ini kan jadi tujuan wisata selain Bali. Karena tiket ke Bali mahal dan kondisi Bali juga belum pulih seperti dulu, sehingga Jogja menjadi alternatif. Setelah wisatawan sampai di Jogja baru merasakan kok lebih enak dibandingkan Bali akhirnya Jogja sekarang yang banyak menjadi pilihan," ucap CEO Azana Hotel ini.

Komisaris Majapahit Hotel Ervin Arifyanto mengakui perkembangan wisata Jogja yang saat ini cenderung menyalip Bali menjadi salah satu alasan perusahaannya berani mengelola Malioboro Park view yang sempat terhenti pembangunannya selama bertahun-tahun. Ia berharap keberadaannya dapat mendukung pariwisata Jogja.

"Pariwisata Jogja saat ini berada di urutan pertama, ini jadi alasan kami berani mengembangkan kawasan Malioboro Park View ini. Memang benar, Jogja ini lebih cepat reborn dibandingkan Bali," katanya.

Adapun untuk konsumen lama yang sempat membeli unit apartemen tetap akan diberikan haknya. Di antaranya boleh memilih untuk melanjutkan investasi dengan beberapa ketentuan atau meminta cashback. "Konsumen lama terdata ada 371 orang, sebagian besar mau diteruskan investasinya," katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

PKS Senang NasDem Deklarasikan Anies Capres 2024

News
| Senin, 03 Oktober 2022, 16:57 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement