Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Satklim DIY memprediksi La Nina lemah akan muncul selama September hingga November. Hal ini berdampak hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda Satklim DIY, Endah Kurniasih, menjelaskan indeks El Nino-Southern Oscillation (Enso) pada September ini menunjukkan kondisi La Nina moderat. “BMKG memperkirakan kondisi La Nina lemah berpotensi terus berlangsung hingga September-November,” ujarnya, Rabu (14/9/2022).
Sementara, Sea Surface Temperature (SST) wilayah Samudera Hindia bagian timur diprediksi dalam kondisi hangat pada Oktober-November, kemudian berangsur netral pada akhir tahun hingga Maret 2023. Adapun indeks Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi negatif hingga akhir 2022.
Dengan kondisi tersebut, prakiraan hujan per dasarian atau per 10 hari di wilayah Sleman meliputi dasarian kedua September dengan curah hujan 10-50 mm atau rendah dengan sifat hujan atas normal. Dasarian ketiga September curah hujan 50-200 mm atau menengah dengan sifat hujan atas normal.
Adapun prakiraan hujan bulanan pada Oktober yakni curah hujan 151-300 mm atau menengah dengan sifat hujan atas normal. “Pada bulan November, curah hujan sebesar 401-500 mm atau tinggi dengan sifat hujan atas normal,” katanya.
Wilayah Sleman akan memasuki awal musim hujan 2022/2023 sekitar dasarian kedua Oktober hingga dasarian pertama November. “Bila dibandingkan dengan rata-ratanya awal musim hujan 2022/2023, umumnya sama atau maju satu sampai dua dasarian,” ungkapnya.
BACA JUGA: Soal Nasib Ratusan Karyawan, Ini Rencana Manajemen Baru Malioboro Mall dan Hotel Ibis
Berdasarkan prakiraan tersebut, BMKG merekomendasikan perlunya mitigasi untuk menghadapi cuaca dan iklim ekstrem yang cenderung di atas normal, baik periode musim kemarau maupun musim hujan, yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.
“Kami imbau para petani agar menyesuaikan pola tanam dengan musim kemarau yang bersifat atas normal dan peluang musim hujan yang maju. Para pemangku kepentingan diharapkan dapat sedini mungkin mengantisipasi dan menyesuaikan perkembangan kondisi cuaca dan iklim terkini,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Malaysia menetapkan darurat di Serian akibat kabut asap karhutla Indonesia. Sebanyak 647 sekolah dan sejumlah aktivitas warga dihentikan sementara.
Hasil Bhayangkara FC vs Persebaya babak pertama Super League 2026/2027 berakhir 0-1. Yann Mabella membawa Bajul Ijo unggul di Stadion PKOR Sumpah Pemuda.
Terlalu sering bilang "hati-hati" kepada anak bisa membuat peringatan kehilangan makna. Simak 5 kalimat pengganti yang lebih spesifik dan mudah dipahami anak.
PSIM Jogja vs Persita Tangerang masih 0-0 hingga babak pertama. Simak jalannya pertandingan dan susunan pemain kedua tim di Stadion Sultan Agung.
PPDI Sleman menilai perubahan desil penyandang disabilitas belum mencerminkan kondisi sebenarnya. Fasilitas khusus seperti kloset duduk dinilai tidak bisa.