Advertisement

BPJS Kesehatan Dirasakan Manfaatnya oleh Pekerja Kreatif

Media Digital
Jum'at, 16 September 2022 - 00:27 WIB
Budi Cahyana
BPJS Kesehatan Dirasakan Manfaatnya oleh Pekerja Kreatif Azka Ramadhan, seorang pekerja kreatif di Jogja saat memberikan testimoni sebagai peserta BPJS Kesehatan, Kamis (15/9/2022). - Harian Jogja

Advertisement

JOGJA - Sebagai pekerja kreatif di salah satu perusahaan swasta di Jogja, Azka Ramadhan, 30, memercayai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mengkover biaya pengobatannya selama sakit. Ia telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan sejak 2015 lalu. Sampai sekarang ia tetap menjadi peserta lantaran manfaat yang diberikan. 

Azka mengaku kerap menggunakan BPJS Kesehatan saat berobat ke rumah sakit. Apalagi dirinya mempunyai riwayat penyakit asma. Oleh karenanya, terdaftar sebagai peserta BPJS dirasa sangat bermanfaat lantaran tidak perlu lagi membayar saat berobat ke rumah sakit. Dalam setahun, ia bisa tiga sampai empat kali periksa kondisi kesehatannya dengan BPJS Kesehatan. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Saya punya riwayat asma sejak lahir, jadi dengan BPJS Kesehatan rasa-rasanya jadi lebih gampang dan berguna, saat periksa dan pengobatan tidak perlu keluar biaya lagi, semuanya gratis," katanya, Kamis (15/9/2022). 

Saat menggunakan layanan BPJS Kesehatan untuk pemeriksaan asma, ia akan dirujuk ke rumah sakit dari fasilitas kesehatan tingkat pertama. Proses administrasinya pun terbilang cepat dan tidak ribet. Ia kerap kali mengurus surat rujukan pemeriksaan jika kondisi tubuh menunjukkan gejala yang kurang baik. 

"Kalau kondisi badan sudah tidak enak misalnya di bagian dada itu agak nyeri dan pernapasan agak terganggu saya biasanya langsung periksa. Apalagi biasanya saya pakai inhaler untuk sementara, kalau sudah tidak memungkinkan baru periksa," ujarnya. 

Saat di rumah sakit, ia akan diobati dengan nebulizer untuk melapangkan saluran pernapasan. Metode ini menggunakan alat untuk mengubah obat dalam bentuk cairan menjadi uap yang dihirup. Atau petugas akan memberikan suntikan yang membuat rongga dada penderita menjadi lebih normal kembali. 

"Biasanya saya juga kerap kali rontgen untuk melihat kondisi bagian dada, kebetulan saya juga perokok. Kalau hasilnya menunjukkan kondisi yang kurang baik baru terapi-terapi tadi dilakukan," imbuhnya. 

Menurut dia, manfaat BPJS Kesehatan Bagi penderita asma seperti dirinya sangat bermanfaat. Biaya pengobatan untuk penyakit itu juga tidak sedikit kalau sewaktu-waktu kambuh. Ia kini tidak lagi pusing memikirkan biaya rumah sakit jika sewaktu-waktu memerlukan pengobatan untuk penyakit asmanya. 

"Semuanya gratis, jadi tidak perlu khawatir lagi. Sejak jadi peserta, saya selalu rutin periksa kondisi kesehatan kalau merasa tidak enak badan, tidak hanya asma," katanya.  

Mengenai besaran iuran peserta, Azka juga mengaku tidak terkendala. Sebab, BPJS Kesehatannya langsung dibiayai kantor tempatnya bekerja. Setiap bulan otomatis pembayaran langsung dilakukan tanpa perlu merasa ribet. Begitu pula dengan sistem rujukan dan pelayanan saat berobat, ia mengaku tetap dilayani secara baik oleh petugas kesehatan. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Meriah! Archipelago Menggelar Kompetisi Mini Soccer

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 17:27 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement