Advertisement

Belum Semua Terealisasi, Regulasi Kuliah di Luar Kampus Perlu Diatur Lebih Detail

Sunartono
Selasa, 27 September 2022 - 08:17 WIB
Sirojul Khafid
Belum Semua Terealisasi, Regulasi Kuliah di Luar Kampus Perlu Diatur Lebih Detail Pelaksanaan penyusunan perubahan dasar hukum pelaksanaan MBKM UMY, Senin (27/9/2022). - Ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJAProgram Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus dan dikonversi menjadi sistem kredit semester (SKS). Akan tetapi belum semua program terealisasi karena perlunya regulasi yang mengatur lebih detail.

Adapun bentuk MBKM melalui kegiatan pembelajaran di luar kampus ada delapan yang terdiri atas pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di Satuan Pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen dan membangun desa/kuliah kerja nyata tematik.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Kepala Lembaga Riset dan Inovasi UMY, Profesor Dyah Mutiarin, menjelaskan dari delapan itu memang belum semuanya dapat terealisasi. Secara umum setiap kampus baru melaksanakan tiga yaitu magang, pertukaran pelajar, dan KKN. Hal ini karena sejumlah regulasi masih dibutuhkan untuk melengkapi program lain yang belum terealisasi.

BACA JUGA: Rangkaian HUT Ke-266 Kota Jogja Digelar 9 Hari Penuh, 14 Acara Siap Menyemarakkan

“Sejumlah kegiatan yang belum diatur secara detail adalah riset, enterpreneurship, sehingga perlu ada perubahan. Kemudian proyek kemanusiaan ini bentuknya menjadi sukarelawan saat bencana atau bagaimana. Kalau tidak ada bencana bentuk kegiatannya apa, ini juga perlu diatur,” katanya, Senin (27/9/2022).

Dyah mengatakan di sisi lain kampus juga harus mempersiapkan dengan matang mahasiswa sebelum diterjunkan ke luar kampus untuk mengikuti pembelajaran. Ia mencontohkan seperti magang maupun proyek independen, mahasiswa harus memiliki kemampuan. Jangan sampai ketika berada di dunia usaha dunia industri justru tidak bisa mengikuti alur dunia industri.

Selain itu pertukaran pelajar harus dengan kampus yang sejajar. Sehingga tidak diperbolehkan jika pertukaran pelajar status akreditasi kedua kampus memiliki perbedaan. Sebuah jurusan dengan terakreditas unggul maka jika akan menerjunkan pertukaran pelajar harus memiliki kampus dengan akreditasi unggul pula.

BACA JUGA: Ini Poin Pembahasan Saat Sosialisasi Tol Jogja-YIA

Advertisement

“Ini syaratnya memang agak menyulitkan, kadang yang unggul pasti banyak dilamar universitas lain,” ucapnya.

Ia mengatakan pertemuan ilmiah itu dalam rangka menampung masukan dari berbagai akademisi untuk mendetailkan aturan tersebut melalui keputusan rektor. Sehingga ke depan akan memudahkan mahasiswa dalam memilih delapan program MBKM tersebuit. “Misalnya riset seperti apa, kewirausahaan, kemudian proyek kemanusiaaan itu akan seperti apa. Penilaiannya bagaimana belum ada,” ucapnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Nella Kharisma hingga Widowati Meriahkan Konser Tengah Sawah Peluncuran YSNW

News
| Sabtu, 03 Desember 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Rawat Ribuan Ikan di Sungai, Rumah Pria Ini Jadi Rujukan Wisata

Wisata
| Sabtu, 03 Desember 2022, 14:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement