Advertisement

11 Mahasiswa AS Dikenalkan Pancasila dan Keberagaman Budaya Jogja

Lugas Subarkah
Selasa, 27 September 2022 - 20:57 WIB
Arief Junianto
11 Mahasiswa AS Dikenalkan Pancasila dan Keberagaman Budaya Jogja Mahasiswa AS mencoba karawitan dalam rangkaian SIT Fakultas Filsafat UGM, Senin (26/9/2022). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Setelah terhenti akibat pandemi Covid-19, Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar agenda tahunan School of International Training (SIT). Kali ini, SIT diikuti 11 mahasiswa Amerika Serikat yang akan belajar di Jogja selama dua minggu, mulai 26 September-9 Oktober 2022.

Dalam program ini peserta SIT akan diperkenalkan dengan tema-tema tentang Pancasila, seni, agama dan juga perubahan sosial misalnya tentang kondisi sosial keberagamaan di Indonesia.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Dekan Fakultas Filsafat UGM, Siti Murtiningsih, mengatakan SIT merupakan kesinambungan dari upaya memperkuat relasi dan kerja sama Fakultas Filsafat UGM di level internasional.

SIT pada intinya adalah untuk memperkenalkan budaya bangsa Indonesia beserta korelasinya dengan upaya Fakultas Filsafat di dalam mengkaji dan memublikasikan khazanah Nusantara. “Mereka ke Indonesia untuk belajar khususnya ke UGM untuk belajar tentang Pancasila,” ujarnya, Sleasa (27/9/2022).

BACA JUGA: Dispar DIY Dorong Wisata Berwawasan Lingkungan dan Inklusif

Dalam menjalankan program SIT, Fakultas Filsafat UGM bekerja sama dengan Universitas Udayana sebagai sentral penyelenggaraan SIT di Indonesia.

Berbagai kegiatan dikemas dengan harapan mereka bisa merasakan sendiri bagaimana nilai-nilai Pancasila inheren (melekat) di dalam darah setiap warga negara Indonesia.

Oleh karena itu, selain ada kelas di Filsafat UGM, peserta juga tinggal di rumah penduduk (live in) di daerah Godean, Sleman selama 10 hari.

Advertisement

“Mereka bisa belajar bersama masyarakat, belajar di pondok pesantren, seminari dan lain-lain yang merepresentasikan dari kehidupan yang berbeda tetapi tetap bisa melakukan hidup bahu-membahu," katanya.

Para peserta juga diajak untuk berkegiatan di luar kampus, seperti mengenal pesantren yang berbasis dengan pendidikan Agama Islam, kemudian tempat-tempat suci dalam semua agama di Indonesia, seperti masjid, gereja, pura, wihara, mengunjungi Candi Prambanan dan juga Candi Borobudur untuk belajar Hindu-Buddha pada masa pramodern.

Mengingat kota Jogja yang sangat kental dengan sistem kesultanan, para peserta SIT pun diajak untuk mengenal serta mengetahui sejarah, sistem kesultanan dengan berdiskusi langsung di Kraton Jogja.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Film Strangers with Memories Ajak Masyarakat Gunakan Transportasi Publik

News
| Rabu, 30 November 2022, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement