Advertisement

Biar Tak Salah Sasaran Tilang Keliling, Masyarakat Diminta Blokir Kendaraan yang Dijual

David Kurniawan
Jum'at, 30 September 2022 - 12:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Biar Tak Salah Sasaran Tilang Keliling, Masyarakat Diminta Blokir Kendaraan yang Dijual Kamera CCTV Electonic Traffic Law Enforcement (ETLE) dipasang di ruas jalan Wates Purworejo, Temon, Kulonprogo, Rabu (24/03/2021). - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Penerapan ETLE mobile atau tilang keliling berpotensi terjadinya salah sasaran dalam pelanggaran. Pasalnya, pencatatan pelanggaran mengacu pada nomor kendaraan yang tertempel di kendaraan.

Oleh karenanya, Satlantas Polres Gunungkidul meminta kepada masyarakat yang telah menjual kendaraannya untuk segera melakukan pemblokiran. Cara pemblokiran mudah dan dilakukan secara gratis.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Bagian Urusan STNK, Satlantas Polres Gunungkidul, Aipda Heri Setiyawan mengatakan, diterapkannya ETLE mobile berpotensi terjadinya salah sasaran proses tilang. Hal ini tak lepas dari pencatatan pelanggaran yang mengaju pada plat nomor di kendaraan.

“Tentunya pemilik yang tertera di STNK yang dikirimi surat tilang. Jadi, kalau punya kendaraan atas nama sendiri dan telah dijual, maka sebaiknya segera diblokir agar tidak menjadi salah sasaran ETLE mobile,” kata Heri saat dihubungi, Jumat (30/9/2022).

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jogja di Hari Terakhir Bulan September 2022 

Dia menjelaskan, cara pemblokiran kendaraan, baik roda dua maupun mobil mudah dan dilakukan secara gratis. Pemilik lama cukup membawa KTP-el dan menyebutkan nomor kendaraan yang akan diblokir.

Adapun lokasinya pengurusan bisa ke kantor Samsat di Kota Wonosari serta layanan samsat desa di Gunungkidul. “Jadi tidak harus ke kantor, karena sekarang sudah ada layanan samsat desa,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kasatlantas Polres Gunungkidul, A Purwanta. Menurut dia, pada saat diblokir nantinya pemilik kendaraan yang baru harus melakukan balik nama.

Advertisement

“Proses pemblokiran [bagi pemilik baru] akan diketahui saat mengurus pajak kendaraan. Jika sudah diblokir, maka harus dibalik nama kalau masih satu kabupaten, tapi kalau luar daerah harus dilakukan mutasi terlebih dahulu sebelum balik nama,” katanya.

Purwanta  mengakui sejak diterapkan tilang keliling belum ada komplain atau pengaduan terkait dengan salah sasaran pelanggaran. Total hingga sekarang ada 74 warga yang tertangkap tilang keliling yang dilakukan petugas.

“Tidak ada masalah karena pelanggar dengan pemilik kendaraan masih sama,” katanya.

Advertisement

Menurut dia, pelaksanaan ETLE mobile masih dilaksanakan di seputaran Kota Wonosari. Ke depannya, tilang keliling akan diperluas hingga menyasar ke seluruh wilayah di Bumi Handayani.

“Memang butuh proses. Termasuk kendaraan yang ditindak baru plat di Gunungkidul, sedangkan yang luar daerah belum karena sistem belum terintegrasi antar wilayah,” katanya.

 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

20.000 Buruh Pabrik Foxconn Resign, iPhone 14 Pro dan Pro Max Langka

News
| Senin, 28 November 2022, 21:47 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement