Investor Jepang Lirik Semin, Gunungkidul Siapkan Lahan Industri
Pemkab Gunungkidul siap memfasilitasi minat investor Jepang untuk membangun pabrik kerajinan kulit, dengan menyediakan lahan 2 hektare di Kawasan Industri Semin
Sejumlah pengunjung bermain-main di kawasan Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Sabtu (1/10/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwisata Gunungkidul mengklaim kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belum berpengaruh signifikan terhadap tingkat kunjungan wisata. Pasalnya, saat ini belum memasuki musim liburan sehingga berpengaruh terhadap kedatangan pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian mengatakan kunjungan wisata ke destinasi di Bumi Handayani masih terus berlangsung. Dia tidak menampik adanya kenaikan BBM akan memberikan pengaruh terhadap tingkat kunjungan.
Meski demikian, hingga sekarang, dampaknya belum terlalu signifikan karena kunjungan masih seperti biasa. Sebagai contoh pada Sabtu (24/9/2022) jumlah kunjungan sebanyak 6.201 orang.
Sedangkan pada Sabtu (1/10/2022) tercatat kunjungan di destinasi wisata Gunungkidul ada 5.946 orang. “Turunnya masih sedikit,” katanya, Minggu (2/10/2022).
BACA JUGA: Korupsi di RSUD Wonosari, Kejari Belum Menerima Limpahan Berkas Tersangka Kedua
Menurut Aldian, jumlah kunjungan dalam dua pekan ini belum bisa dijadikan tolok ukur. Terlebih lagi, sambung dia, pada saat sekarang belum musim liburan sehingga kunjungan wisata masih relative normal.
“Pasti kenaikan BBM akan ada dampaknya. Tetapi, sekarang masih belum begitu terlihat. Mudah-mudahan tidak berdampak signifikan,” katanya.
Menurut dia, tugasnya sekarang ini untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor retribusi masuk pariwisata. Di tahun ini, Dinas Pariwisata Gunungkidul ditarget mendapatkan PAD sebanyak Rp27 miliar. “Belum sesuai target dan kami masih berupaya agar bisa mencapainya,” katanya.
Salah seorang pengunjung asal Sukoharjo, Andi Setiyawan mengatakan, bersama dengan keluarga berwisata ke pantai Gunungkidul. Tamasya ini sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari untuk bisa kumpul dengan keluarga. “Baru bisa terlaksana sekarang,” katanya.
Menurut dia, ada beberapa lokasi yang dituju mulai dari Pantai Sepanjang, Kukup hingga Baron. Dia mengakui kondisi kunjungan pada Sabtu relative lengang karena tak banyak pengunjung di pantai. “Bisa leluasa bermain karena memang yang berkunjung masih sedikit,” katanya.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 2 DIY, Marjono mengatakan, pihaknya terus berjaga-jaga dan memberikan peringatan kepada pengunjung yang bermain di kawasan berbahaya. “Masih aman dan terkendali,” katanya.
Menurut dia, untuk pengawasan tidak hanya menggunakan pengeras suara di posko SAR. Namun demikian, ada juga personel yang diterjunkan untuk berbaur dengan wisatawan yang sedang bermain. “Jadi kalau sudah mendekat di area berbahaya bisa diingatkan secara langsung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul siap memfasilitasi minat investor Jepang untuk membangun pabrik kerajinan kulit, dengan menyediakan lahan 2 hektare di Kawasan Industri Semin
Rem belakang motor berbunyi saat digunakan? Ketahui 9 penyebab utamanya mulai dari kampas rem aus, cakram bermasalah, hingga kaliper macet agar tidak mengganggu
Merasa sangat sedih tetapi tidak bisa menangis? Pakar psikologi menjelaskan kondisi ini bisa dipicu trauma emosional, kepribadian, hingga faktor lingkungan.
PT Pegadaian (Persero) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry dalam ajang Indonesia Top Companies Recogniti
Varian baru malware RedHook bisa kuasai Android tanpa root. Pakai fitur Wireless ADB, malware ini curi data & rekam layar. Simak cara melindungi HP Anda.
DKP Bantul memastikan musim kemarau belum mengganggu budidaya ikan. Ketersediaan air masih aman, sementara pembenihan diperkuat dengan teknologi indoor.