Staf RS di Boyolali Gelapkan Rp628 Juta, Habis untuk Judol dan Pinjol
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.
Hujan lebat dan angin kencang di Kota Jogja./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jogja mengingatkan warga yang tinggal di seluruh bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana saat musim hujan, seperti luapan air sungai hingga potensi longsor.
“Ada sejumlah kejadian usai hujan lebat sejak Ahad (2/10/2022) hingga Senin (3/10/2022) pagi, salah satunya luapan Sungai Gajah Wong yang masuk permukiman penduduk,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Nur Hidayat di Jogja, Senin (3/10/2022).
Luapan air Sungai Gajah Wong tersebut terjadi di Kecamatan Umbulharjo, tepatnya di Kampung Gambiran dengan 11 rumah terdampak dan di Kampung Balirejo dengan 10 rumah serta satu pondok pesantren yang terdampak.
Meskipun luapan air sungai langsung dapat ditangani, namun Nur mengatakan kejadian serupa masih dimungkinkan terjadi apabila hujan dengan intensitas lebat dan berdurasi cukup lama kembali terjadi.
BACA JUGA: Diduga Menyekap dan Mengintimidasi Wali Murid, Ini Penjelasan SMAN 1 Wates dan Satpol PP Kulonprogo
Oleh karenanya, Nur mengingatkan warga di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan karena seluruh bantaran sungai di Kota Yogyakarta rentan meluap saat hujan lebat.
Selain Sungai Gajah Wong, di Kota Jogja juga terdapat dua sungai besar yaitu Sungai Code dan Sungai Winongo. “Kewaspadaan tidak hanya untuk warga di bantaran sungai besar tetapi juga sungai-sungai kecil juga harus waspada,” katanya.
Selain air sungai yang meluap, hujan deras juga menyebabkan talut Sungai Buntung di Kampung Blunyahrejo longsor sepanjang 15 meter dan satu rumah warga terdampak namun tidak ada korban jiwa.
“Kerusakan diupayakan ditangani sementara dan kami komunikasikan dengan dinas terkait untuk perbaikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Kurniadi Rahmawan mengatakan masih memiliki anggaran untuk perbaikan tak terduga pada infrastruktur yang rusak.
“Mudah-mudahan tidak ada longsor besar yang membutuhkan penanganan dengan anggaran yang juga besar. Tetapi, kami juga masih menunggu anggaran perubahan,” katanya.
DPUPKP Kota Jogja juga tengah melakukan perbaikan sejumlah talut sungai yang mengalami kerusakan dengan anggaran insidentil, di antaranya di Pringgokusuman, Tegalrejo, Muja Muju, dan Wirobrajan.
“Dana tak terduga diprioritaskan untuk perbaikan talut yang sudah longsor. Memang ada beberapa yang rusak seperti retak, namun tidak mengancam permukiman penduduk. Untuk kerusakan seperti itu belum menjadi prioritas,” katanya.
Sedangkan kerusakan talut di Kampung Blunyahrejo, kata Kurniadi, merupakan talut yang sedang diperbaiki tetapi kembali rusak saat hujan lebat sehingga kerusakan akan langsung ditangani.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.