OJK Catat 42 Multifinance Alami Kredit Macet di Atas 5 Persen
OJK mencatat 42 perusahaan multifinance memiliki NPF bruto di atas 5% pada Juli 2026, naik dari 38 perusahaan pada Juni.
Hujan lebat dan angin kencang di Kota Jogja./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jogja mengingatkan warga yang tinggal di seluruh bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana saat musim hujan, seperti luapan air sungai hingga potensi longsor.
“Ada sejumlah kejadian usai hujan lebat sejak Ahad (2/10/2022) hingga Senin (3/10/2022) pagi, salah satunya luapan Sungai Gajah Wong yang masuk permukiman penduduk,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Nur Hidayat di Jogja, Senin (3/10/2022).
Luapan air Sungai Gajah Wong tersebut terjadi di Kecamatan Umbulharjo, tepatnya di Kampung Gambiran dengan 11 rumah terdampak dan di Kampung Balirejo dengan 10 rumah serta satu pondok pesantren yang terdampak.
Meskipun luapan air sungai langsung dapat ditangani, namun Nur mengatakan kejadian serupa masih dimungkinkan terjadi apabila hujan dengan intensitas lebat dan berdurasi cukup lama kembali terjadi.
BACA JUGA: Diduga Menyekap dan Mengintimidasi Wali Murid, Ini Penjelasan SMAN 1 Wates dan Satpol PP Kulonprogo
Oleh karenanya, Nur mengingatkan warga di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan karena seluruh bantaran sungai di Kota Yogyakarta rentan meluap saat hujan lebat.
Selain Sungai Gajah Wong, di Kota Jogja juga terdapat dua sungai besar yaitu Sungai Code dan Sungai Winongo. “Kewaspadaan tidak hanya untuk warga di bantaran sungai besar tetapi juga sungai-sungai kecil juga harus waspada,” katanya.
Selain air sungai yang meluap, hujan deras juga menyebabkan talut Sungai Buntung di Kampung Blunyahrejo longsor sepanjang 15 meter dan satu rumah warga terdampak namun tidak ada korban jiwa.
“Kerusakan diupayakan ditangani sementara dan kami komunikasikan dengan dinas terkait untuk perbaikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Kurniadi Rahmawan mengatakan masih memiliki anggaran untuk perbaikan tak terduga pada infrastruktur yang rusak.
“Mudah-mudahan tidak ada longsor besar yang membutuhkan penanganan dengan anggaran yang juga besar. Tetapi, kami juga masih menunggu anggaran perubahan,” katanya.
DPUPKP Kota Jogja juga tengah melakukan perbaikan sejumlah talut sungai yang mengalami kerusakan dengan anggaran insidentil, di antaranya di Pringgokusuman, Tegalrejo, Muja Muju, dan Wirobrajan.
“Dana tak terduga diprioritaskan untuk perbaikan talut yang sudah longsor. Memang ada beberapa yang rusak seperti retak, namun tidak mengancam permukiman penduduk. Untuk kerusakan seperti itu belum menjadi prioritas,” katanya.
Sedangkan kerusakan talut di Kampung Blunyahrejo, kata Kurniadi, merupakan talut yang sedang diperbaiki tetapi kembali rusak saat hujan lebat sehingga kerusakan akan langsung ditangani.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK mencatat 42 perusahaan multifinance memiliki NPF bruto di atas 5% pada Juli 2026, naik dari 38 perusahaan pada Juni.
Populasi lansia Jepang mencapai rekor 29,6 persen atau 36,24 juta jiwa, tertinggi di antara negara berpenduduk lebih dari 40 juta.
Napoli gagal mempertahankan keunggulan atas Fiorentina dan harus puas bermain 1-1 pada pekan kelima Liga Italia 2026/27.
PSEL Bogor Raya menargetkan listrik 20 MW–30 MW dari 1.500 ton sampah per hari, sekaligus menangani timbunan lama TPAS Galuga.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.