Job Fair Gunungkidul Buka 5.000 Lowongan 32 Perusahaan, Cek di Sini
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Sejumlah pengendara motor melintas di dekat penggilingan padi bantuan dari Pemerintah Pusat di Dusun Sawahan 5, Kalurahan Jatiayu, Karangmojo. Foto diambil Rabu (5/10/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Mesin Penggilingan padi bantuan dari Pemerintah Pusat di Dusun Sawahan 5, Jatiayu, Karangmojo, Gunungkidul, mangkrak. Pasalnya, sejak diserahkan pada 2018 lalu hingga sekarang tak pernah beroperasi.
Mesin penggilingan padi berkapasitas satu ton per jam ini berada tepat di pinggir jalan penghubung antara Karangmojo dengan Semin.
Salah seorang warga Jatiayu, Tugino mengetahui bahwa bangunan tersebut merupakan tempat penggilingan padi. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa fasilitas tersebut tidak pernah dioperasikan.
“Selalu tertutup dan memang mesinnya tidak pernah dioperasikan,” kata Tugino kepada Harianjogja.com, Kamis (6/20/2022).
Dia tidak tahu persis kenapa alat bantuan dari Pemerintah Pusat ini tidak pernah dioperasikan. Meski demikian, dari pembicaraan warga, mesin penggilingan tidak beroperasi karena kapasitas produksi yang terlalu besar.
Adapun pasokan gabah dari masyarakat masih sedikit sehingga saat difungsikan tidak menutupi biaya produksi. “Sekali giling bisa berton-ton beras yang dihasilkan. Sedangkan dari masyarakat hanya sekarung dua karung gabah yang mau digiling sehingga tidak dioperasikan. Jadi, sekarang alat tersebut hanya jadi tontonan,” katanya.
Baca juga: Ramai PHK, Klaim JPK BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp18 Miliar
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Carik Jatiayu, Setiyawan. Menurut dia, kewenangan pengelolaan mesin penggilingan berada di UPK Kapanewon Karangmojo.
“Untuk lebih jelasnya bisa ke UPK,” katanya.
Meski demikian, Setiawan mengaku tahu tentang sejarah pemberian bantuan mesin ini. Pasalnya, bantuan diberikan bersamaan dengan pembangunan Embung Batur Agung di Kalurahan Gedangrejo, Karangmojo.
“Jadi memang bantuannya dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,” katanya.
Ia tidak menampik saat diserahkan di awal 2018 lalu, mesin penggilingan sempat diujicoba. Namun, setelahnya tidak pernah difungsikan karena biaya operasional terlalu tinggi sehingga dianggap tidak menguntungkan.
Menurut dia, kapasitas produksi yang ada tidak sebading dengan produktivitas gabah di masyarakat sekitar Jatiayu. Pasalnya, dengan kapasitas yang besar, maka pengolahannya juga harus banyak.
“Masalahnya penggilingan dari masyarakat hanya untuk konsumsi. Jadi hanya secukupnya saat menggilingkan,” katanya.
Dia menambahkan, agar bisa beroperasi harus ada kerjasama dengan sentra-sentra penghasil padi di Gunungkidul. “Kapasitasnya sudah masuk kelas industri. Ya kalau hanya dari Jatiayu jelas tidak bisa karena porduktivitas padi yang kecil. Jadi, kalau dioperasikan malah rugi karena beban operasional yang lebih besar,” katanya.
Terpisah, Kepala UPK Karangmojo, Agus Purnomo belum bisa dikonfirmasi berkaitan dengan keberadaan mesin penggilingan padi di Dusun Sawahan 5. Pada saat dihubungi, ia belum memberikan tanggapan. Hal sama pada saat dikirim pesan singkat, yang bersangkutan juga belum membalas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Program Lumbung Mataraman di DIY menyalurkan KUR Rp9,17 miliar dan memperluas akses keuangan untuk memperkuat ekonomi kalurahan.
Empat perwira terbaik meraih Adhi Makayasa 2026. Tiga di antaranya alumni SMA Taruna Nusantara dan menerima pangkat dari Prabowo.
Dokter mengingatkan makanan pedas viral dapat mengganggu pencernaan dan tumbuh kembang anak jika dikonsumsi tanpa pengawasan
Remco Evenepoel memenangi etape 16 Tour de France 2026 dan mengukir rekor kemenangan ke-500 Belgia sepanjang sejarah balapan.
Prabowo meminta perwira remaja TNI-Polri menguasai AI, teknologi siber, dan bahasa asing untuk menghadapi ancaman keamanan modern.