Advertisement

Bersenang-Senang dan Saling Menguatkan Melalui Wahana Keluarga Celebral Palsy

Media Digital
Senin, 17 Oktober 2022 - 02:27 WIB
Budi Cahyana
Bersenang-Senang dan Saling Menguatkan Melalui Wahana Keluarga Celebral Palsy Suasana pertemuan anggota Wahana Keluarga Celebral Palsy (WKCP) berkumpul bersama di Slaman City Hall, Sleman, Minggu (16/10/2022). - Harian Jogja/Sirojul Khafid

Advertisement

SLEMAN—Wahana Keluarga Celebral Palsy (WKCP) berkumpul bersama di Slaman City Hall, Sleman, untuk memperingati Hari Celebral Palsy Sedunia, Minggu (16/10/2022). Dengan mengambil tema Memajukan Kreativitas, Mari Meraih Inovasi Lebih Besar untuk Kesetaraan, anak-anak dengan Celebral Palsy serta orangtua pendampingnya bersenang-senang bersama melalui berbagai kegiatan.

Ada lomba, senam, pembagian doorprize, melukis, sampai foto bersama. Ketua WKCP, Hertiana Prasetyawati, mengatakan apabila kegiatan ini menjadi momen meningkatkan kreativitas dan inovasi yang sudah ada. “Hal ini agar bisa meningkatkan kulitas hidup keluarga,” kata Hertiana.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Dia juga berpesan pada para anggota yang tersebar di seluruh DIY untuk selalu kuat dan semangat mendampingi anak-anaknya. Lelah dan letih akan indah pada waktunya. “Kita juga perlu memanfaatkan teknologi dan kemajuan pengetahuan agar semakin baik dalam mendampingi anak-anak celebral palsy,” katanya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan apabila WKCP merupakan komunitas yang mulia. Apresiasi yang sebesar-besarnya untuk komunitas yang anggotanya sudah mencapai 300 orang tersebut.

“Kepedulian Anda semua meningkatkan kualitas hidup para anak celebral palsy. Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya memberikan hak dan peluang yang adil kepada seluruh masyarakat, termasuk dalam layanan publik,” kata Kustini dalam sambutan tertulisnya.

Saat ini, pekerjaan rumah bersama yaitu mengurangi bahkan menghilangkan stigma negatif pada kelompok difabel. Perlu usaha yang terus-menurus dan konsisten. “Mari mulai dengan menyediakan fasilitas umum yang ramah, termasuk di ruang publik,” katanya.

Selain fasilitas yang ramah difabel, agar pendampingan dari pemerintah semakin tepat sasaran, Kepala Dinas Sosial Sleman, Eko Suhargono, mengatakan semua warga difabel perlu terdata. “Kelengkapan data penting bagi pemerintah untuk melakukan tindakan, memberikan kepedulian dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat,” kata Eko.

Pendataan bisa dilakukan melalui tingkat desa dengan membawa rekam medis yang menunjukan kondisi bersangkutan. Sehingga apabila perlu bantuan alat bantu, bisa diberikan oleh pemerintah sesuai kebutuhan. “Bantuan akan keluar apabila ada yang mengajukan, jadi silakan untuk mengajukan,” katanya.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kemenkes Buka Lowongan 88.370 PPPK Tenaga Kesehatan

News
| Minggu, 27 November 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement