Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Partai politik di Gunungkidul mulai mempersiapkan kader mereka untuk bertarung dalam Pemilu 2024.
Sekretaris DPD PAN Gunungkidul, Anwarudin mengatakan, sudah membentuk komite pemenangan pemilu daerah. Tim dari divisi pecalegan kemudian membuka pendaftaran bakal calon anggota legislatif.
Rencananya penjaringan berlangsung hingga 20 Oktober mendatang dan masih bisa diperpanjang.
“Sekarang masih proses dan kami terbuka bagi siapa saja yang ingin mencalonkan diri melalui PAN,” kata Udin, sapaan akrabnya kepada wartawan, Minggu (16/10/2022).
Udin mengakui sudah banyak tokoh di Gunungkidul yang berminat menjadi wakil rakyat melalui PAN. “Salah satunya adalah mantan Penjabat Sekretaris Daerah Gunungkidul, Supartono. Ia sudah menyatakan diri kesiapannya maju melalui PAN,” katanya.
DPC Gerindra Gunungkidul juga sudah mulai menyiapkan calon untuk berlaga di Pemilu 2024. Wakil Ketua DPC Gerindra Gunungkidul Bambang Adhi Waluyo mengatakan penjaringan bakan calon anggota legislatif terus dilakukan.
“Masih terus berproses,” katanya.
Menurut dia, sejumlah tokoh telah menjalin komunikasi. Empat kader yang menjadi anggota DPRD Gunungkidul dipastikan akan kembali maju.
Selain itu, juga ada mantan anggota DPRD Sumaryanto dan mantan Ketua DPC Gerindra Ngadiyono yang siap bertarung di 2024.
Ketua DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan, partainya sudah melakukan penjaringan. Hingga sekarang lebih dari 90 orang siap memperebutkan sukungan melalui Golkar.
“Hasil penjaringan di masing-masing dapil membeludak karena mencapai 200%. Misal di Dapil 1 yang dibutuhkan sembilan orang, tetapi yang berminat ada 18 orang. Ini juga terjadi di empat dapil lainnya,” kata Heri.
Menurut dia, penjaringan masih terus berlangsung untuk mendapatkan calon yang potensial. “Target kami tidak hanya memenuhi kuota, tetapi juga menyiapkan kader yang siap bertarung untuk bisa terpilih menjadi anggota dewan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.