56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Kepala Disdukcapil Gunungkidul Markus Trimunarjo (kanan) saat menunjukkan dokumen kerjasama pelayanan adminduk di Kalurahan Giricahyo, Selasa (18/10/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul berkomitmen terus memperluas jaringan layanan administrasi kependudukan di tingkat kalurahan. Hingga kini sudah ada 72 kalurahan yang bisa memberikan pelayanan kependudukan ini.
Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Markus Tri Munarjo mengatakan proses layanan administrasi kependudukan (adminduk) di Bumi Handayani terus dipermudah. Selain memanfaatkan perkembangan informasi dan teknologi, juga ada upaya mendekatkan pelayanan hingga tingkat kalurahan.
Untuk mengurus adminduk, masyarakat tidak lagi harus ke kantor Disdukcapil atau kapanewon. Pasalnya, sudah ada perjanjian kerja sama dengan pemerintah kalurahan sehingga pengajuan bisa dilakukan di wilayah masing-masing. “Perjanjian terakhir dilaksanakan dengan Kalurahan Giricahyo,” katanya, Selasa (18/10/2022).
BACA JUGA: Dikeluhkan Wali Murid, Sumbangan Rp1,5 di Juta SMAN 1 Semin Diminta Dibatalkan
Menurut dia, dengan pelayanan di kalurahan maka waktu pengurusan lebih efektif dan efisien. Adapun jenis layanan yang diberikan sama seperti di disdukcapil seperti Akta Kelahiran, Akta Kematian hingga Kartu Keluarga.
“Sekarang lebih dekat dan mudah. Contohnya, untuk akta kematian bisa didapatkan bersamaan dengan penguburan jenazah yang meninggal dunia,” ungkapnya.
Senada, Kepala Seksi Kerja Sama dan Inovasi Pelayanan, Disdukcapil Gunungkidul, Ruspamilu Yulianto mengatakan kerja sama layanan adminduk di kalurahan sudah dirintis sejak 2019 lalu. Meski demikian, hingga sekarang belum semuanya melakukan kerja sama karena baru menyasar di 72 kalurahan se-Gunungkidul.
“Memang belum semua bekerja sama, tetapi kami berusaha agar 144 kalurahan bisa melakukannya sehingga layanan menjadi semakin dekat dan mudah,” katanya.
Menurut dia, ada beberapa kendala yang membuat pelayanan belum bisa terakses di seluruh kalurahan. Selain masih terbatasnya sumber daya manusia (SDM) di kalurahan, kendala juga disebabkan karena masalah sinyal jaringan telekomunikasi.
Ruspamilu mencontohkan untuk kalurahan di Kapanewon Purwosari sudah berkerjasama semuanya. Namun, untuk kalurahan di kapanewon perbatasan lainnya seperti Girisubo atau Gedangsari belum bisa karena terkendala jaringan. “Kalau jaringan internetnya masih sulit, maka agak susah karena proses pengajuan adminduk harus lewat aplikasi,” katanya.
Menurut dia, seluruh pelayanan yang diberikan secara gratis dan tidak ada dnnda keterlambatan dalam pengurusan. Langkah ini sesuai dengan jargon milik Disdukcapil Gunungkidul, yakni urus dewe gampang lan ora mbayar [urus sendiri mudah dan gratis]. “Jadi sekarang lebih mudah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.