Advertisement
Asyik! Kini 72 Kalurahan di Gunungkidul Bisa Layani Dokumen Adminduk

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul berkomitmen terus memperluas jaringan layanan administrasi kependudukan di tingkat kalurahan. Hingga kini sudah ada 72 kalurahan yang bisa memberikan pelayanan kependudukan ini.
Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Markus Tri Munarjo mengatakan proses layanan administrasi kependudukan (adminduk) di Bumi Handayani terus dipermudah. Selain memanfaatkan perkembangan informasi dan teknologi, juga ada upaya mendekatkan pelayanan hingga tingkat kalurahan.
Advertisement
Untuk mengurus adminduk, masyarakat tidak lagi harus ke kantor Disdukcapil atau kapanewon. Pasalnya, sudah ada perjanjian kerja sama dengan pemerintah kalurahan sehingga pengajuan bisa dilakukan di wilayah masing-masing. “Perjanjian terakhir dilaksanakan dengan Kalurahan Giricahyo,” katanya, Selasa (18/10/2022).
BACA JUGA: Dikeluhkan Wali Murid, Sumbangan Rp1,5 di Juta SMAN 1 Semin Diminta Dibatalkan
Menurut dia, dengan pelayanan di kalurahan maka waktu pengurusan lebih efektif dan efisien. Adapun jenis layanan yang diberikan sama seperti di disdukcapil seperti Akta Kelahiran, Akta Kematian hingga Kartu Keluarga.
“Sekarang lebih dekat dan mudah. Contohnya, untuk akta kematian bisa didapatkan bersamaan dengan penguburan jenazah yang meninggal dunia,” ungkapnya.
Senada, Kepala Seksi Kerja Sama dan Inovasi Pelayanan, Disdukcapil Gunungkidul, Ruspamilu Yulianto mengatakan kerja sama layanan adminduk di kalurahan sudah dirintis sejak 2019 lalu. Meski demikian, hingga sekarang belum semuanya melakukan kerja sama karena baru menyasar di 72 kalurahan se-Gunungkidul.
“Memang belum semua bekerja sama, tetapi kami berusaha agar 144 kalurahan bisa melakukannya sehingga layanan menjadi semakin dekat dan mudah,” katanya.
Menurut dia, ada beberapa kendala yang membuat pelayanan belum bisa terakses di seluruh kalurahan. Selain masih terbatasnya sumber daya manusia (SDM) di kalurahan, kendala juga disebabkan karena masalah sinyal jaringan telekomunikasi.
Ruspamilu mencontohkan untuk kalurahan di Kapanewon Purwosari sudah berkerjasama semuanya. Namun, untuk kalurahan di kapanewon perbatasan lainnya seperti Girisubo atau Gedangsari belum bisa karena terkendala jaringan. “Kalau jaringan internetnya masih sulit, maka agak susah karena proses pengajuan adminduk harus lewat aplikasi,” katanya.
Menurut dia, seluruh pelayanan yang diberikan secara gratis dan tidak ada dnnda keterlambatan dalam pengurusan. Langkah ini sesuai dengan jargon milik Disdukcapil Gunungkidul, yakni urus dewe gampang lan ora mbayar [urus sendiri mudah dan gratis]. “Jadi sekarang lebih mudah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Diprediksi Terjadi pada Hari Ini dan Besok
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,1
- Ratusan Napi di Lapas Wonosari Dapatkan Remisi Lebaran, 3 Orang Bisa Langsung Bebas
- Damkar Sleman Evakuasi Ular Sanca Kembang dari Sebuah Restoran di Mlati Sleman
- Tim SAR Parangtritis Masih Cari Satu Korban Kecelakaan Laut
- Libur Lebaran 2025, Pengunjung GL Zoo Bisa Tembus 11.000 Orang dalam Sehari
Advertisement
Advertisement