Gempur Rokok Tanpa Cukai di Gunungkidul Ratusan Ribu Batang Diamankan
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
Ilustrasi./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul berkomitmen mengembangkan minapadi. Namun, upaya mewujudkannya tidak mudah karena ada sejumlah hambatan.
Selain ketersediaan air yang terbatas, minapadi juga terancam serangan hama regul atau berang-berang. Hewan predator ini berpotensi memangsa ikan-ikan did alam kolam.
Kepala Bidang Perikanan Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Supriyono, mengatakan meski didominasi perbukitan, Gunungkidul tetap punya potensi pengembangan mindapadi. Ada lahan seluas 12 hektare yang bisa dipakai untuk membudidayakan padi dan kolam ikan.
“Potensinya ada di Kapanewon Ponjong, Karangmojo dan Wonosari. Sekarang juga masih terus dibudidayakan,” katanya, Jumat (21/10/2022).
Menurut dia, minapadi tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan. Jenis pertanian ini juga sebagai upaya pengembangan agrowisata.
Konsep tersebut sudah dikembangkan di Lembah Desa Pulutan, Wonosari. Total lahan seluas 2,5 hektare tidak hanya difungsikan untuk pertanian, tapi juga dibuat kolam untuk pemeliharaan ikan.
“Bud idaya minapadi ini juga dikembangkan menjadi destinasi wisata,” kata Supriyono.
Meski demikian, ia tidak menampik program minapadi tak sepenuhnya berjalan lancar. Hal itu tak lepas dari ketersediaan sumber air untuk kolam.
Dia mencontohkan, upaya pengembangan Lembah Desa Pulutan tidak hanya mengandalkan sumber alami, tapi juga memanfaatkan sumur bor guna menjaga ketersediaan air dalam kolam.
“Memang air jadi kendala dalam pengembangan sehingga tidak bisa semua lokasi digunakan untuk budidaya,” katanya.
Selain itu, permasalahan muncul pada saat budi daya. Pemeliharaan ikan dalam kolam sawah terancam oleh keberadaan hama regul atau berang-berang.
BACA JUGA: 3 Kasus Gagal Ginjal Akut Ditemukan di Sleman, 2 Sembuh 1 Meninggal
“Memang harus diawasi agar ikan-ikan tidak dimakan regul. Meski demikian, kami tetap komitmen untuk pengembangan dengan terus mengajukan usulan perluasan budidaya setiap tahunnya,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Krisna Berlian mengatakan terus berkomitmen mengembangkan program minapadi. Menurut dia, pertanian terpadu ini memberikan banyak manfaat. Di satu sisi, para petani bisa memanfaatkan air dari kolam ikan sebagai tambahan pupuk untuk pemeliharaan tanaman padi. Sedang di sisi lain, petani juga dapat memperoleh dari hasil memelihara ikan.
“Ikan yang dihasilkan tidak hanya bisa dijual, tapi juga dapat dikonsumsi. Dengan begini, secara tidak langsung juga ikut mengkampanyekan gerakan gemar makan ikan,” kata mantan Kepala Dinas Peternakan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 5 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Rp8.000, tersedia 14 perjalanan setiap hari.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 5 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif Rp8.000 dengan 12 perjalanan dari pagi sampai malam.
Istana menegaskan Presiden Prabowo rutin mengevaluasi seluruh program kementerian dan lembaga sebagai bagian dari penguatan pengawasan serta pemberantasan korup
Noel minta maaf kepada Prabowo setelah divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus korupsi sertifikasi K3 dan gratifikasi Rp3,43 miliar.
KPK menduga perusahaan towing dipakai sebagai kedok menyamarkan dana hasil pemerasan KITAS dan KITAP yang menyeret pejabat Imigrasi.