Advertisement

Menjadi Usaha Jamu Kekinian dan Inovatif, UAD Dampingi UMKM Asy Syifa’

Media Digital
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 11:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Menjadi Usaha Jamu Kekinian dan Inovatif, UAD Dampingi UMKM Asy Syifa’ Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi dan Fakutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan melakukan pengabdian masyarakat di UMKM Jamu di Desa Tamanan Bantul. - Ist

Advertisement

JOGJA-Geliat Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) mulai terasa kembali setelah sempat lumpuh di masa-masa awal pandemi Covid-19. Tidak hanya pelaku lama UMKM saja yang kembali menjalankan usahanya, namun justru semakin banyak UMKM-UMKM baru yang hadir memberikan warna pada persaingan usaha.

Tidak sedikit yang kehilangan pekerjaannya selama masa pandemi ini, sehingga mereka memilih untuk menjalankan usaha sebagai mata pencaharian. Tidak jarang para pendatang baru di dunia UMKM ini hadir dengan produk-produk yang inovatif dan metode pemasaran yang menarik dan masif. Hal tersebut membuat pelaku usaha yang lama juga harus melakukan inovasi.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Hal tersebut mendorong tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi dan Fakutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan untuk melakukan pengabdian masyarakat di UMKM Jamu di Desa Tamanan Bantul. Tim ini diketuai oleh apt. Putri Rachma Novitasari, M. Pharm.Sci dengan anggota apt. Deasy vanda Pertiwi, M.Sc dan Etika Dyah Puspitasari S.Si., M.Pd.

Deasy Vanda Pertiwi selaku Dosen Farmasi UAD mengatakan Universitas Ahmad Dahlan bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah Bantul dan UMKM Jamu Asy Syifa’ melaksanakan program “Pendampingan Pengembangan Produk Jamu pada UMKM”. Kegiatan yang diselenggarakan secara bertahap dari bulan Agustus hingga Oktober ini diharapkan dapat membantu UMKM untuk melakukan inovasi sehingga mampu berkompetisi dengan UMKM-UMKM baru yang tidak kalah inovatif.

"Sebelum dilakukan pendampingan, dilakukan diskusi antara tim PM dengan anggota UMKM Asy Syifa’ untuk mengidentifikasi permasalahan dalam menjalankan usaha. Anggota UMKM diajarkan analisis bisnis dengan metode SWOT sehingga strategi pengembangan usaha yang akan dilakukan lebih tepat," jelasnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (22/10/2022).

Selanjutnya dilakukan pedampingan antara lain mengenai inovasi bentuk dan jenis produk serta pengolahannya, pengemasan dan labelling produk, hingga ke cara promosi dan pemasaran. Anggota UMKM yang rata-rata berusia 40 tahun ke atas dan kurang familiar terhadap model penjualan dan promosi online merasa kesulitan untuk bersaing dengan pelaku UMKM dari generasi muda yang sangat gencar melakukan promosi dengan social media.

Sehingga dalam kegiatan ini salah satu yang menjadi fokus tim adalah melatih dan mendampingi UMKM dalam melakukan promosi dan penjualan melalui social media dan platform jual beli online. Dilakukan pendampingan mulai dari pembuatan akun social media khusus usaha, cara pengelolaannya, mengambil gambar yang menarik hingga membuat promosi produk.

Tim PM juga memfasilitasi anggota UMKM untuk mengikuti pelatihan inovasi produk jamu kekinian yang diharapkan akan menjadi terobosan baru untuk produk UMKM dan menarik konsumen dari generasi muda. 

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

FKY Bisa Jadi Wadah Promosi untuk UMKM DIY

FKY Bisa Jadi Wadah Promosi untuk UMKM DIY

Jogjapolitan | 37 minutes ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Bantul Hujan Tipis

News
| Sabtu, 03 Desember 2022, 08:07 WIB

Advertisement

alt

Sambut Natal, Patung Cokelat Sinterklas Terbesar di Indonesia Ada di Hotel Tentrem Jogja

Wisata
| Jum'at, 02 Desember 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement