Advertisement
Penyelidikan Dinkes DIY Terkait Gagal Ginjal Diserahkan ke Pusat, Begini Hasilnya

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY sudah menyelesaikan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebab gagal ginjal akut pada anak. Hasilnya, riwayat kesehatan tiga anak pengidap gagal ginjal akut mengonsumsi obat sirop, dua anak mengonsumsi obat tablet, dan satu anak tanpa konsumsi obat.
Anak yang tak mengonsumsi obat tetapi mengalami gagal ginjal akut, statusnya sudah meninggal dunia dengan umur di bawah satu tahun. Sedangkan data terbaru Dinkes DIY menyebut tak ada penambahan kasus.
Advertisement
Dari data yang ada menunjukkan sebaran domisili anak pengidap gagal ginjal akut di tiga kabupaten, yaitu Sleman, Bantul, dan Kulonprogo.
Di Sleman ada tiga anak, Bantul dua anak, dan Kulonprogo satu anak. Sementara rentang usianya untuk anak di bawah satu tahun satu orang, usia satu sampai lima tahun ada dua anak, enam sampai 10 tahun ada dua anak, dan lebih dari 10 tahun ada satu anak.
BACA JUGA: Wisuda 988 Mahasiswa, Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta Ingatkan Alumni untuk Jaga Pancasila
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Setyarini Hestu Lestari menyebut hasil penyelidikan epidemiologi tersebut sudah diserahkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Sudah kami serahkan tinggal menunggu arahan dari Pusat,” katanya, Minggu (23/10/2022).
Rini juga menyebut tak ada penambahan kasus baru dari DIY di RSUP dr. Sardjito. “Karena penanganan di sana dan data terbaru hari ini belum ada kasus baru lagi, semoga sudah tidak ada,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Pemerintah Targetkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Beroperasi di 2030
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Sleman Raih Predikat WTP 14 Kali Berturut-turut
- Muhammadiyah Bangun Padepokan Tapak Suci Senilai Rp18 Miliar, Dilengkapi Fasilitas Olahraga hingga Penginapan
- Libur Panjang Paskah, 21.400 Penumpang KA Jarak Jauh Tiba di Stasiun Daop 6 Yogyakarta
- Konsumen Diminta Cermat Berinvestasi dalam Bentuk Emas
- Konsumen Diminta Aktif Menyuarakan Hak-haknya
Advertisement