Advertisement

Pernah Rujuk Pasien ke Sardjito, RS PKU Muhammadiyah Jogja Ungkap Gejala Ginjal Akut

CRY22
Rabu, 19 Oktober 2022 - 19:37 WIB
Bhekti Suryani
Pernah Rujuk Pasien ke Sardjito, RS PKU Muhammadiyah Jogja Ungkap Gejala Ginjal Akut Foto Ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--RS PKU Muhammadiyah Kota Jogja pada September 2022 pernah merujuk satu pasien dengan gangguan ginjal akut ke RSUP Dr. Sardjito.

"Kami pernah merujuk satu kasus ke RS Sardjito dibulan September," kata Mohammad Komarudin, Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Jogja, kepada Harianjogja.com, Rabu (19/10/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Mohammad Komarudin mengungkapkan gejala awal yang dialami pasien tersebut, mulai dari demam, muntah, diare. Gejala tersebut kata dia mirip dengan gejala penyakit pada umumnya. Namun secara spesifik, gejala lainnya adalah penurunan buang air kecil dan penurunan kesadaran.

Dikatakannya, RS PKU Muhammadiyah Kota Jogja saat ini telah memiliki fasilitas rumah sakit yang memadai, berupa ruang perawatan intensif (PICU), dokter spesialis PICU, dan dapat melayani pemeriksaan penunjang, namun menurutnya masih ada kendala dalam penanganan. "Cuma yang jadi masalah kalau harus cuci darah, yang diperlukan dokter sub spesialis ginjal anak," kata dia. Karenanya RS PKU Muhammadiyah Kota Jogja akhirnya merujuk pasien ke RSUP Dr. Sardjito. 

Di tempat lain, dr. Sussy Listiar, Direktur Pelayanan Medis RSKIA Permata Bunda menyampaikan hingga saat ini belum ada pasien anak dengan gangguan ginjal akut di RSKIA Permata Bunda. Meskipun begitu, terus diwaspadai bila ada anak dengan gejala gangguan ginjal akut. "Belum sampai sampai ada yang gangguan ginjal akut, setelah ini walaupun pasien cuma batuk pilek biasa, tetap edukasi orang tua untuk mewaspadai risiko gagal ginjal akut," ujarnya.

BACA JUGA: Kasus Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut di DIY Bertambah Satu Anak

dr. Sussy Listiar menyampaikan akan dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang laboratorium untuk mengindikasi gangguan ginjal akut pada anak melalui pemeriksaan darah lengkap, fungsi ginjal (ureum dan kreatinin), fungsi hati (SGOT dan SGPT), pemeriksaan urin lengkap, dan swab antigen atau PCR. "Kalau memang arahnya ke gagal ginjal akut, kami langsung rujuk ke RSUP Dr. Sardjito,"  kata dr. Sussy Listiar. Bila ada indikasi gagal ginjal akut, hari itu juga dapat langsung dirujuk. 

Pemeriksaan untuk mengindikasi gangguan ginjal pada anak yaitu bila anak mengalami pengurangan urin dalam 24 jam, atau tidak ada urin dalam 12 jam. Ukuran urin normal anak berkisar 1-2 cc/kgBB/jam. Sehingga bila berat badan anak 20 kg, maka urine yang keluar adalah 20-40 cc/jam, atau berkisar 480-960 cc/24 jam. 

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dubes AS Kritik KUHP Soal Zina: Bisa Pengaruhi Hubungan RI-AS

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement