Proyek Kantor Dinkes Rp7,1 Miliar Mulai Dikerjakan di Siraman
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Ilustrasi ISPA - FReepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat ada 3.967 balita terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) atau pneumonia di semester pertama 2025. Diduga kasus ini banyak terjadi karena terpengaruh kondisi cuaca di lingkungan sekitar.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, penyakit ISPA pada anak, khususnya balita harus diwaspadai. Pasalnya, anak di bawah lima tahun ini terhitung rentan sehingga mudah terserang penyakit tersebut.
“Balita imun tubuhnya belum kuat sehingga mudah terserang Ispa atau pneumonia,” kata Ismono, Minggu (13/7/2025).
BACA JUGA: SMP Maarif Yani Kulonprogo Terpaksa Tutup, PCNU Upayakan Nasib 2 Tendik dan 1 Guru
Ia mencatat sepanjang semester pertama 2025 ada sebanyak 3.967 balita terjangkit ISPA. Adapun rinciannya, sebanyak 3.485 balita terjangkit pada Januari hingga Maret.
Adapun sisanya sebanyak 491 kasus terjadi antara April hingga Juni 2025. Menurut dia, kasus ini terjadi karena adanya perubahan iklim atau kondisi cuaca yang lembab.
Oleh karena itu, di masa kemarau basah seperti sekarang, para orang tua diminta mewaspadai penyebaran penyakit ini pada anak-anak.
“Gejala yang dialami mulai dari batuk dan pilek. Ada juga yang disertai demam, kepala pusing, lemas, hingga kesulitan bernafas,” katanya.
Ia memastikan hingga saat ini belum ada kasus kematian balita yang disebabkan karena penyakit ISPA. Kendati demikian, penyebaran harus terus diwaspadai karena terlambat dalam penanganan juga dapat berakibat yang fatal.
“Hindari anak dari polusi udara atau asap rokok. Selain itu, juga wajib mengikuti program imunisasi mulai dari campak hingga DPT [Difteri, Pertusis dan Tetanus ] guna memperkuat kekebalan tubuh,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Paliyan, Lukito meminta Masyarakat untuk terus mewaspadai potensi penyakit Ispa. Di musim kemarau basah, bisa memperbesar perluang terjangkit penyakit ini, khususnya pada anak-anak dan lansia.
“Harus hati-hati dan jaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.
BACA JUGA: 103 Titik Percontohan Koperasi Desa Merah Putih Akan Dilaunching 21 Juli 2025
Menurut dia, ada upaya pencegahan untuk penyebaran Ispa. Salah satunya dengan memberikan layanan konsultasi cepat dan pemeriksaan untuk deteksi dini. Selain itu, juga ada program edukasi di Masyarakat melalu kader-kader kesehatan maupun posyandu di setiap kalurahan.
“Petugas posyandu dilibatkan karena deteksi dini dengan sasaran di tingkat padukuhan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Megawati Hangestri langsung membawa dampak besar di Hyundai Hillstate. Kanal YouTube klub Korea Selatan itu menembus 100 ribu subscriber jelang debut sang binta
Kasus dugaan keracunan MBG di Kulonprogo meluas hingga 105 korban. Dinkes menemukan dugaan pelanggaran pengolahan makanan, sementara ibu hamil dan ibu menyusui
Prospek bisnis lapangan padel di Indonesia: modal Rp1 miliar, target pasar luas, dan strategi sukses. Simak peluang, tantangan, dan tips memulai usaha padel!
Polisi memburu pelaku pencurian tabung gas LPG 3 kg yang viral dikejar warga di Dlingo, Bantul. Pelaku disebut sudah beberapa kali beraksi dan masih dalam penye
Google menghadirkan fitur Private Space di Android 15 untuk menyembunyikan aplikasi sensitif dan melindunginya dengan PIN atau sandi khusus. Simak cara kerjanya