Advertisement
Jenazah PMI Taiwan Asal Gunungkidul Akhirnya Bisa Dikebumikan di Kampung Halaman
Ilustrasi pekerja migran / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kalurahan Mulusan, Paliyan, Gunungkidul Slamet Nugraha akhirnya bisa dikebumikan di kampung halaman, Minggu (13/7/2025). Pihak keluarga mengucapkan terima kasih karena jenazah bisa dipulangkan, meski sempat tertahan di Taiwan.
Kerabat dari Slamet Nugraha, Marno mengatakan, jenazah tiba di rumah duka pada Minggu sekitar pukul 05.30 WIB. Tak berselang lama, langsung dikebumikan pada pukul 08.30 WIB.
Advertisement
“Meninggalnya sudah terjadi pada 21 Juni 2025 dan keluarga sangat mengharapkan kepulangan Slamet. Akhirnya kesampaian dan kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu,” kata Marno kepada wartawan, Minggu siang.
BACA JUGA: Camilan Tertentu Bisa Bikin Mimpi Buruk, Ini Ulasannya
Menurut dia, kepulangan Slamet ada kepastian setelah dilakukan otopsi dinyatakan selesai. Selain itu, juga ada andil dari majikan adiknya tersebut untuk bertanggungjawaban dalam hal pembiayaan.
“Hanya disebutkan sakit. Memang saat komunikasi terakhir sebelum meninggal, juga mengeluh tidak enak badan,” ungkap Marno.
Sebelumnya, Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindutrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Nanang Putranto mengatakan, jenazah PMI Slamet akan segera dipulangkan. Berdasarkan informasi yang diterima, jasad yang bersangkutan akan diberangkatkan dari Taiwan Sabtu (12/7/2025) ke tanah air.
“Kemungkinan sampai di Gunungkidul Minggu [11/7/2025]. Yang jelas, sekarang sudah dalam proses kepulangan,” kata Nanang, Jumat (11/7/2025).
Dia menejelaskan, proses kepulangan pertama dengan tujuan ke Jakarta. Kepulangan ini dibiayai oleh majikan yang bersangkutan.
“Nanti setelah dari Jakarta menuju Gunungkidul, proses kepulangan ditangani oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Jadi, keluarga menuggu di rumah saja dan tidak perlu ke Jakarta,” ungkapnya.
Nanang menambahkan, hasil otopsi diketahui Slamet meninggal karena sakit. Meski demikian, ia tidak tahu persis penyakit yang diderita karena tidak dijelaskan secara rinci tentang penyakitnya. “Yang jelas sakit, tapi sakit apa kurang paham,” katanya.
Sebelum dipulangkan, jasad Slamet sempat disemayamkan di Rumah Duka Taichung, Taipei, Taiwan selama beberapa hari. Ia dipastikan meninggal dunia pada Sabtu (21/6/2025).
“Untuk pemulangan, kami lakukan berbagai pihak yang berkepentingan. Sedangkan yang di Taiwan diurus oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia [KDEI] di Taipei,” katanya.
Nanang memastikan bahwa Slamet termasuk pekerja migran illegal. Kedatangannya menggunakan visa turis jenis Travel Authorization Certificate (TAC). “Jadi di sana [Taiwan] juga sering berpindah tempat kerja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
- Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
- KA Gajayana Menemper Orang di Kalasan, KAI Ingatkan Area Steril
- Pemkab Gunungkidul Tunggu Aturan WFH Pusat demi Hemat BBM
Advertisement
Advertisement







