Dikukuhkan Guru Besar, Eks Ketua KY Usul Model Penyelesaian HAM Berat
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Para pelaku perjalanan melalui YIA, Kulonprogo, Rabu (11/5/2022)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan kawasan aerotropolis di sekitar Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) digadang-gadang mempercantik berbagai kawasan di Kulonprogo. Para penumpang pesawat bisa menyaksikan keindahan Kulonprogo dari ketinggian.
Di aerotropolis juga dibangun pusat keramaian dan perekonomian sehingga masyarakat yang datang ke lewat YIA bisa betah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan DIY Agus Priono menjelaskan review desain aerotropolis Kulonprogo yang melibatkan Japan International Cooperation Agency (JICA) atau Badan Kerja Sama Internasional Jepang merupakan arahan dari Gubernur DIY. Ada beberapa hal yang diharapkan dari kerja sama dengan Jepang, di antaranya tinjauan terarah untuk memperkaya elemen utama rencana tata ruang penggunaan lahan.
Ia mengatakan sebenarnya sudah ada desain yang disusun berdasarkan rencana dasar tata ruang (RDTR).
“JICA akan merekomendasikan kira-kira potensi apa yang bisa dimunculkan. Gubernur juga mengusulkan saat pertemuan itu kira-kira bisa enggak layanan itu juga mencakup pelabuhan Tanjung Adikarto dan Jogja Agro Park. Jepang menyanggupi,” katanya kepada Harian Jogja, Selasa (1/11/2022).
Melalui review desaian tersebut, aerotropolis akan menyulap permukiman sekitar YIA menjadi lebih indah terutama saat dilihat dari atas pesawat. Aerotropolis akan memberikan kesan kepada wisatawan yang datang bahwa DIY, termasuk Kulonprogo tertata rapi dan indah. Dengan demikian tidak ada kawasan kumuh lagi yang berada di radius aerotropolis. Melalui konsep itu sehingga wisatawan tertarik untuk datang dan merasa nyaman.
Ia mengatakan sebenarnya kawasan YIA sudah memiliki pemandangan alam yang menarik dari pesawat, mulai dari laut hingga pegunungan hingga transportasi kereta api. Kawasan aerotropolis akan menjadi pelengkap keindahan sekitar YIA. Studi ini melihatkan dua ahli Jepang yaitu di bidang perencanaan pembangunan kota dan ahli transformasi digital. “Kami harapakan JICA dengan segala pengalamannya bisa membantu DIY untuk mewujudkan itu,” ucapnya.
BACA JUGA: Begini Peran Jepang dalam Pembangunan Aerotropolis di Kulonprogo
Meski belum dibahas secara detail terkait mitigasi bencana, akan tetapi ia yakin Jepang berkompeten dalam antisipasi bencana.
Agus menjamin ketika masterplan aerotropolis sudah final, pasti akan banyak investor yang tertarik untuk melakukan pembangunan di kawasan itu. Saat ini sudah ada beberapa investor dari dalam dan luar negeri yang menyampaikan ketertarikannya. Akan tetapi karena masterplan belum tuntas, ketertarikan tersebut belum direspons lebih jauh. Masterplan ditarget selesai dalam lima bulan ke depan, tepatnya pada Maret 2023. Selanjutnya akan digambarkan lebih detail pada bulan-bulan berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.