Sekolah Rakyat Batang Mulai Dibangun Juli 2026, Tampung 300 Siswa
Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang dimulai Juli 2026. Sekolah berasrama ini ditargetkan menampung sekitar 300 siswa dari keluarga miskin.
Salah satu kafe di Bukit Bintang./Antara
Harianjogja.com, JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengategorikan kawasan Bukit Bintang sebagai Kawasan Rawan Bencana (KRB) Longsor. Sayangnya, semakin tumbuhnya iklim wisata di kawasan tersebut menyebabkan pembangunan di sana kian masif.
Soal itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana menilai perlu ada langkah strategis dari pemerintah kabupaten (pemkab). Salah satunya melakukan asesmen yang lebih detail terkait dengan kondisi kawasan tersebut untuk mengidentifikasi potensi kerawanan.
Pasalnya, bisa jadi sekian puluh tahun yang lalu membangun di kawasan itu masih aman, tetapi di saat ini tak menutup kemungkinan justru membahayakan. Adanya perubahan kondisi itu perlu menjadi update agar dapat meminimalisasi risiko bencana.
“Maka kabupaten perlu melakukan asesmen, tidak hanya Bukit Bintang tetapi destinasi lain yang banyak dikunjungi wisatawan tetapi ada kerawanan bencana. Kami punya Mangunan, Pantai Selatan, Patuk, Menoreh Kulonprogo yang menjadi daya tarik wisata harus diimbangi kewaspadaan bencana,” katanya, Rabu (2/11/2022).
BACA JUGA: Jogja Siapkan TPST Nitikan 2 untuk Tampung Sampah
Sementara soal pentingnya moratorium pembangunan di kawasan Bukit Bintang, Biwara enggan berkomentar karena hal itu bukan ranah instansinya. “Rekomendasi saya itu harus ada asesmen, nanti diketahui langkah apa yang membuat aman dari bencana,” ujarnya.
Dia mendorong agar kabupaten juga menyiapkan kawasan wisata aman bencana. Melalui program tersebut di kawasan wisata sudah dibentuk dan disiapkan unsur yang siap dengan risiko bencana dan aktif melakukan mitigasi. Misalkan dengan menyiapkan personel Satgas, menentukan titik kumpul, jalur evakuasi dan sejumlah fasilitas. “Ini sudah saatnya menjadi bagian dari perencanaan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang dimulai Juli 2026. Sekolah berasrama ini ditargetkan menampung sekitar 300 siswa dari keluarga miskin.
Rupiah melemah ke Rp17.762 per dolar AS. Pasar menanti keputusan The Fed dan RDG BI di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah.
Komdigi mengingatkan ancaman penipuan AI dan deepfake yang makin marak. Kerugian akibat kejahatan digital tercatat mencapai Rp9 triliun.
Lonjakan wisatawan sore hingga malam di Pantai Glagah dan Congot mendorong Dispar Kulonprogo memperpanjang jam operasional TPR demi mengoptimalkan PAD.
TelkomGroup dan Mitratel menanam 2.000 fragmen terumbu karang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, untuk mendukung pemulihan ekosistem laut.
Harga batu bara acuan periode II Juni 2026 naik menjadi US$123,91 per ton. ESDM menyiapkan relaksasi kuota produksi menyusul kenaikan harga global.