PKN 2026 Pekalongan Sukses, 17 Ribu Warga Padati GOR Jetayu
PKN 2026 Pekalongan sukses tarik 17 ribu pengunjung. AI batik jadi sorotan, dorong inovasi UMKM dan ekonomi kreatif daerah.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY mendapat alokasi vaksin Covid-19 sebanyak 25.400 dosis dari Pemerintah Pusat setelah selama dua pekan kehabisan stok. Jumlah vaksin tersebut akan digunakan untuk percepatan pemberian booster pertama untuk masyarakat.
Kabid Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Setyarini Hestu Lestari menambahkan terkait dengan booster di DIY serta beberapa kota memang sempat terkendala karena kehabisan stok vaksin. Akan tetapi saat ini DIY sudah mendapatkan alokasi vaksin untuk masyarakat umum.
Oleh karena itu pemberian vaksinasi akan terus diakselerasi agar kekebalan komunal lebih meningkat. "Saat ini vaksin yang untuk masyarakat sudah terdistribusi dan pelaksanaannya akan dilakukan teman-teman kabupaten dan kota," katanya di kompleks Kepatihan Jumat (4/11/2022).
Adapun jumlah vaksin yang telah diterima DIY sebanyak 2.544 vial atau sekitar 25.440 dosis. Masa berlaku vaksin tersebut baru akan habis pada Februari 2023 mendatang. Sehingga masih ada rentang yang cukup untuk segera didistribusikan ke masyarakat.
"Semoga nanti dapat lagi, karena kalau kita ingin mempercepat daya tahan supaya lebih baik. Harapan kami Pusat bisa menyiapkan lagi ke depan agar cakupannya lebih banyak," ucap dia.
BACA JUGA: Anak-Anak di Jogja Diajak Naik Sepeda ke Sekolah
Hestu mengatakan capaian vaksinasi Covid-19 hingga awal November 2022 ini berada di angka 43,78% atau sekitar 1,26 juta penduduk dari total target 2,8 juta orang seluruh DIY.
Belum maksimalnya capaian vaksinasi di DIY terutama untuk booster ini disebabkan dua hal, selain karena stok vaksin sempat habis juga akibat menurunnya antusiasme masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Dari beberapa alokasi yang disediakan petugas di sejumlah sentra tidak semuanya dapat habis digunakan. "Kami mengimbau masyarakat yang belum booster dapat segera mengikuti karena saat ini vaksin sudah tersedia," ucapnya.
Terkait dengan rencana pemberian booster kedua untuk masyarakat, Hestu belum dapat menyampaikan karena kondisi stok vaksin masih terbatas. Oleh karena itu saat ini masih fokus pada pemberian booster pertama untuk masyarakat.
"Saat ini yang bisa memaksa masyarakat harus booster hanya di sektor perjalanan seperti naik KAI harus booster. Tetapi memang seharusnya ada regulasi yang bisa mendorong masyarakat secara umum melakukan booster," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PKN 2026 Pekalongan sukses tarik 17 ribu pengunjung. AI batik jadi sorotan, dorong inovasi UMKM dan ekonomi kreatif daerah.
Gempa magnitudo 7,2 mengguncang Jepang timur laut, melukai 4 orang dan menghentikan sementara layanan Shinkansen.
Rupiah menguat ke Rp17.943 per dolar AS dipicu turunnya harga minyak dunia dan meredanya ketegangan di Selat Hormuz.
LPS menaikkan bunga penjaminan simpanan rupiah hingga 6,25 persen mulai Juli 2026 untuk menjaga stabilitas perbankan.
Proyek groundsill Srandakan di Sungai Progo capai 77 persen, DPRD DIY dorong percepatan saat musim kemarau.
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.