Advertisement

Hari Kedua, Peserta Afganistan Dapat Pemaparan Strategi dan Kebijakan RI Soal Kesehatan Ibu dan Anak

Media Digital
Senin, 07 November 2022 - 06:07 WIB
Lajeng Padmaratri
Hari Kedua, Peserta Afganistan Dapat Pemaparan Strategi dan Kebijakan RI Soal Kesehatan Ibu dan Anak Suasana pelatihan peningkatan kapasitas kesehatan ibu dan anak oleh BKKBN RI kepada peserta asal Afganistan, pada hari kedua, Sabtu (5/11 - 2022)./Harian Jogja

Advertisement

JOGJAProgram pelatihan peningkatan kapasitas kesehatan ibu dan anak kepada peserta asal Afganistan yang dilakukan oleh Pemerintah RI lewat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) memasuki hari kedua pada Sabtu (5/11/2022). Kali ini, peserta menjalankan sesi kelas dengan pemaparan seputar strategi dan kebijakan RI dalam meningkatkan kapasitas kesehatan ibu dan anak. 

Ada tiga materi yang diberikan kepada peserta pada hari kedua ini. Materi pertama yakni mengenai Kebijakan dan Strategi Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga di Indonesia yang disampaikan oleh Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN, kemudian materi kedua mengenai Kebijakan dan Strategi Program Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia oleh Dinas Kesehatan DIY, dan yang terakhir mengenai Kebijakan dan Strategi Program Pemberdayaan Perempuan di Indonesia oleh DP3AP2 DIY. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Di hari kedua ini lebih banyak sesi kelas bagi peserta akan mendapatkan pemaparan strategi dan kebijakan dari Indonesia yang dilakukan dalam menangani kesehatan perempuan dan anak. Sesuai dengan program hibah, jadi kita ingin menghadirkan semua sudut padang bagaimana Indonesia mengintervensi kesehatan ibu dan anak termasuk KB," kata Koordinator Bidang Pelatihan Internasional BKNBN, Alifah Nuranti.

Alifah menjelaskan, dengan pemaparan strategi dan kebijakan yang dilakukan oleh RI kepada peserta tersebut diharapkan akan ada adopsi program yang dilaksanakan di negara mereka. Sebab, Indonesia dianggap sebagai salah satu negara yang cukup berhasil dalam penanganan angka kematian ibu dan anak serta keluarga berencana (KB). Peserta yang berpartisipasi bisa memodifikasi program serupa yang dilakukan di Indonesia untuk disesuaikan dengan kondisi negaranya. 

"Harapannya memang begitu, ada adopsi program yang diimplementasikan di sana, karena prinsip kerja sama itu kan kita dianggap sebagai salah satu negara yang maju dalam konteks KB, penurunan angka kematian ibu dan anak, makanya itu kita bagikan kepada negara yang secara statistik kurang. Jadi seputar sharing saja, bagaimana yang kita lakukan selama ini dan harapannya di sana mereka bisa memodifikasi sesuai dengan kondisi di Afganistan," ucapnya. 

Menurut Alifah, materi yang disampaikan kepada peserta telah dirumuskan sejak enam bulan lalu. BKKBN secara khusus merancang program dan strategi apa yang ingin disampaikan kepada peserta pelatihan dalam bentuk kurikulum. Rancangan itu kemudian diajukan ke pemerintah Afganistan untuk diperiksa. Ada beberapa program yang kemudian diminta untuk dimasukkan terutama berkaitan dengan kesehatan ibu anak dan KB. 

"Pemilihan strategi dan kebijakan yang disampaikan kepada peserta ini sudah dibahas enam bulan lalu, sesuai dengan kesepakatan kerja sama. Mereka memang butuh data tentang kesehatan ibu anak, KB dan pemberdayaan perempuan. Sehingga kita ajukan kurikulum ke mereka, dan direvisi oleh mereka dengan beberapa tambahan yang ingin diketahui," jelasnya. 

Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Shodiqin menyebut inti dari pelatihan ini diperoleh peserta saat studi lapangan yang dilakukan pada hari ketiga sampai hari keenam. Ada enam titik studi lapangan yang ditentukan oleh Indonesia untuk dikunjungi oleh para peserta pelatihan.

Advertisement

"Intinya memang ada pada kelas di lapangan, jadi beberapa hari ke depan itu peserta akan di lapangan terus untuk melihat implementasi program yang ada di lapangan. Ada enam titik lokasi yakni ke Rifka Anisa, PP Aisyiah, Taman Pintar, Puskesmas Gedongtengen, RSIA Sadewa dan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKA)," pungkas dia.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Petani Lereng Merapi Tanam Alpukat Jumbo, Harganya Sampai Rp40.000

News
| Sabtu, 10 Desember 2022, 07:37 WIB

Advertisement

alt

Liburan di DIY saat Akhir Tahun? Fam Trip di Lokasi-Lokasi Ini Layak Dicoba

Wisata
| Jum'at, 09 Desember 2022, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement