Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Satuan Lalu Lintas Polres Bantul masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan yang melibatkan bus Maju Lancar dan truk tronton di Ring Road Selatan, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon Bantul atau di barat simpang empat Druwo.
Dalam kecelakaan yang terjadi Senin (7/11/2022) pagi tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia, dua orang rawat inap, dan delapan orang rawat jalan di rumah sakit. Polisi menyebut salah satu penyebabnya karena minim penerangan di lokasi kejadian.
Kanit Penegakkan Hukum Satlantas Polres Bantul, Iptu Maryana mengatakan sampai saat ini pihaknya masih mendalami penyebab pasti kecelakaan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan juga memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian, “Kami masih mendalami penyebab pastinya,” katanya, saat dihubungi Rabu (9/11/2022).
Maryana mengatakan dari keterangan sejumlah saksi dan pengamatan polisi serta hasil olah TKP terdapat sejumlah penyebab sementara yang memicu kecelakaan, di antaranya adalah sekitar lokasi kejadian kondisinya gelap dan minim penerangan.
“Saat kejadian kecelakaan di TKP memang gelap karena dilokasi tersebut disisi kiri jalan banyak tumbuh pohon perindang sehingga membuat jalan menjadi gelap,” ujarnya.
BACA JUGA: Iba dengan Siswa Korban Sekolah Ambruk, Sultan Tegaskan Soal Anggaran Perbaikan Bangunan
Karena kondisi gelap tersebut menyebabkan sopir tidak mengetahui adanya truk tronton yang mogok dan terpakir di jalur cepat sehingga kecelakaan tidak bisa dihindari. Bus menabrak truk tronton hingga sebagian badan bus menculat ke jalur lambat.
Selain itu, lanjut Maryono, penyebab lainnya dikarenakan sopir truk tidak memasang rambu-rambu lalu lintas atau tanda peringatan bahwa mobil sedang mogok atau darurat, “Harusnya sopir truk memasang rambu-rambu lalu-lintas [segitiga] tanda kendaraan berhenti atau mogok sehingga bisa dilihat oleh pengemudi yang datang dari arah belakangnya. Apalagi truk yang mogok itu berada di jalur cepat,” tandas Maryana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.