Advertisement

Objek Wisata di Jogja Tetap Buka saat Libur Akhir Tahun, Pemkot: Jumlah Pengunjung Dibatasi

Yosef Leon
Kamis, 10 November 2022 - 17:17 WIB
Arief Junianto
Objek Wisata di Jogja Tetap Buka saat Libur Akhir Tahun, Pemkot: Jumlah Pengunjung Dibatasi Ilustrasi kondisi lalu lintas. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - Pemkot Jogja tengah membahas kebijakan yang nantinya akan diterapkan pada masa libur akhir tahun melihat situasi pandemi Covid-19 yang kembali melonjak.

Tempat-Tempat wisata dan kawasan Malioboro dipastikan tetap dibuka tetapi dengan penegakan disiplin yang ketat mengingat daya tarik tempat itu yang kerap ramai saat masa libur. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Sekretaris Daerah Kota Jogja, Aman Yuriadijaya mengatakan kondisi Covid-19 beberapa waktu terakhir terpantau mengalami kenaikan meski masih dalam taraf terkendali.

Menurutnya, kenaikan jumlah kasus Covid-19 yang terjadi belum mengindikasikan bahwa perlunya kebijakan penutupan di kawasan wisata khususnya Malioboro pada akhir tahun nanti. 

"Meskipun Covid-19 ada kenaikan, tetapi posisi kita itu masih berada di lembah, bahasanya itu. Ada kenaikan tapi masih berada di lembah belum di lereng. Memang secara angka ada kenaikan, sehingga mudah-mudahan masih tetap terkendali tetapi kami tetap berharap agar masyarakat tetap menjaga prokes kendati dalam skala yang paling minimal misalnya masker sehingga potensi terhadap sebaran Covid-19 itu bisa diantisipasi," katanya, Kamis (10/11/2022). 

BACA JUGA: Alasan 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan

Data laporan mingguan perkembangan Covid-19 Kota Jogja dari Dinas Kesehatan setempat sampai dengan Minggu ke-44 2022 tepatnya pada Sabtu (5/11/2022) jumlah kasus baru minggu ke-44 ada sebanyak 210 dengan kasus sembuh 127 kasus.

Sementara angka kesembuhan kumulatif di angka 96.02%, turun dibandingkan dengan minggu ke-43. Dengan begitu kasus aktif ada sebanyak 245 orang pada Sabtu, kondisi ini naik sebanyak 77 kasus dibandingkan kasus aktif pada minggu ke-43. 

Advertisement

Aman menambahkan, saat ini pihaknya tengah membahas kebijakan yang paling efektif untuk diterapkan dalam menyambut masa libur akhir tahun nanti.

Diharapkan tempat-tempat wisata yang nantinya bakal ramai dikunjungi oleh wisatawan tetap mengawasi penegakan prokes kepada para pengunjung agar angka Covid-19 tetap bisa terkendali. 

"Kami sedang bicarakan cara yang paling efektif, yakni memastikan bahwa prokes tetap terjaga dengan kondisi Malioboro atau pusat pariwisata yang lain itu tetap bisa dijalankan. Sedang kami formulasikan, karena pasti menjelang libur akhir tahun itu akan ada potensi untuk Malioboro dan tempat wisata jadi lebih padat," jelasnya. 

Advertisement

Dipastikan pula, tidak ada penutupan tempat wisata maupun kawasan Malioboro pada masa libur akhir tahun nanti. Hanya saja tetap terdapat pengendalian terhadap jumlah pengunjung dan pengawasan penegakan prokes agar pengendalian kasus Covid-19 bisa dijalankan dengan optimal dengan pendekatan yang humanis. 

"Saya kira tidak sampai penutupan ya, namun mekanisme pengendalian secara lebih baik akan kita utamakan. Harapan kita jika masyarakat tetap disiplin dalam prokes, mudah-mudahan tidak ada hal yang dikhawatirkan, meski naik angkanya," ucapnya. 

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo menjelaskan, kenaikan jumlah kasus Covid-19 belakangan ini belum memengaruhi jumlah reservasi wisatawan yang akan berkunjung ke Jogja.

Pembatalan kunjungan juga belum ada sampai saat ini dan diharapkan kondisi pandemi bisa dikendalikan menjelang masa libur akhir tahun mendatang. 

Advertisement

"Belum ada pengaruhnya reservasi dengan kenaikan Covid-19 ini, masih tetap jalan. Belum ada yang cancel dan semoga ya tidak ada. Kami tetap imbau kepada teman-teman yang akan ke Jogja untuk tetap taat dengan prokes," ujarnya. 

BACA JUGA: Pelatihan Internasional Ditutup, Peserta dari Afghanistan Enggan Segera Pulang

Dedi menyebut, tren reservasi hotel di masa libur akhir tahun nanti bahkan sudah mencapai angka 80% dengan klasifikasi 75% di hotel bintang dan 80% hotel nonbintang. Itulah sebabnya, pihaknya mengambil angka rata-rata di angka 80%.

Advertisement

Adapun reservasi hotel masih didominasi di area tengah Jogja dan disusul dengan utara, selatan dan area barat dan timur.  "Ini fenomena baru dulu barat kalah dengan timur sekarang reservasi itu mengarah ke barat, kalau tengah ya biasa dan utara. Yang ada perubahan paradigma sekarang itu ya kok pada milih ke sektor barat, karena di sana ada bandara itu lo," ungkapnya. 

Pihaknya berharap agar pengendalian Covid-19 bisa dimaksimalkan menjelang akhir tahun nanti, agar geliat pariwisata tetap berjalan meski Covid-19 belum sepenuhnya hilang.

"Kami ya tidak mau melonjak lagi, karena kan efek dominonya luas. Dan kami optimistis, kalau kasus Covid-19 naik itu bagi pelaku pariwisata hal yang biasa tapi ya jangan meremehkan. Ya dua tahun terakhir jadi pengalaman yang berharga," pungkasnya. 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pencarian Korban Gempa Cianjur Hari Terakhir: 334 Meninggal, 8 Masih Hilang

News
| Minggu, 04 Desember 2022, 09:17 WIB

Advertisement

alt

Wisata ke Singapura via Batam, Begini Triknya

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 05:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement