Advertisement

Kanker Pengaruhi Ketahanan Keluarga

Media Digital
Jum'at, 11 November 2022 - 21:37 WIB
Budi Cahyana
Kanker Pengaruhi Ketahanan Keluarga Pemaparan oleh Yayasan Edukasi Kanker Indonesia di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Bantul pada Jumat (11/11/2022). - Harian Jogja

Advertisement

BANTUL—Yayasan Edukasi Kanker Indonesia (YEKI) memberikan edukasi tentang kanker kepada para istri anggota DPRD dan anggota DPRD perempuan Kabupaten Bantul serta pegawai perempuan di lingkup DPRD di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Bantul pada Jumat, (11/11/2022). Program tersebut merupakan kerja sama antara YEKI dengan DPRD Kabupaten Bantul.

Ketua YEKI, Harti Buryaningsih, mengatakan selama ini edukasi tentang kanker sangat jarang diberikan. Oleh karena itu, banyak orang secara tak sadar telah menderita kanker stadium 2B. Tegasnya, kondisi tersebut bukan hanya akan memengaruhi penderita namun juga satu keluarga.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Yang sakit memang satu orang tapi yang menanggung bisa satu keluarga. Dampaknya akan mengarah pada ketahanan keluarga. Operasi kanker memang gratis [melalui BPJS] tetapi perjalanan ke sana [rumah sakit] memangnya gratis, memangnya hanya sekali. Bisa 50 kali itu. Apalagi dilakukan hingga dua tahun apa tidak bikin pingsan. Dengan begitu ketahanan keluarga jadi goncang,” kata Harti ditemui di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Bantul pada Jumat, (11/11/2022).

Jelasnya, masyarakat jarang mau memeriksakan diri terkait dengan kemungkinan menderita kanker tingkat lanjut. Hal tersebut, katanya, disebabkan belum meratanya edukasi dan masyarakat belum tahu mekanisme memeriksakan diri.

Padahal, apabila kanker memasuki stadium 2B, seseorang akan menjalani pengobatan yang lama dan harus menjalani operasi. Jika kanker belum memasuki tahap tersebut, operasi tidak perlu dilakukan. 

“Dengan tujuan itulah saya datang ke DPRD Kabupaten Bantul. Saya ingin DPRD menginformasikan hal tersebut kepada masyarakat karena mereka adalah perpanjangan tangan dari masyarakat,” katanya.

Harti mendorong masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan karena hal tersebut menjadi upaya sederhana yang dapat dilakukan. “Mencegah itu lebih mudah dan murah. Tapi kenapa masih ada orang yang tahu-tahu stadium 2B itu karena mereka tidak tahu. Padahal awal dari penderitaan itu setelah dioperasi karena setelah itu pasti berlanjut. Operasi bukan pengobatan tapi tindakan medis. Kalau masyarakat tahu lebih dini maka tidak akan terjadi prevalensi yang tinggi,” lanjutnya.

Lebih jauh, dia mengatakan prevalensi kanker di Indonesia meningkat dari 2013 sebanyak 1,4 per 1000 penduduk menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada 2018. Sementara itu, DIY menjadi daerah dengan prevalensi kanker tertinggi dengan 4,86 per 1000 penduduk di tahun 2018.

Advertisement

Dengan begitu, Harti mendorong DPRD Kabupaten Bantul untuk menindaklanjuti sosialisasi yang telah diadakan YEKI.

“Kalau setelah ini DPRD diam saja, ya gimana? Mereka jadi anggota dewan malah diam saja ada masyarakat yang seperti ini [menderita kanker]. Harus kami dorong agar mengubah keputusan dan semoga nantinya benar ada keputusan yang mengubah masyarakat,” ujar dia.

Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Kabupaten Bantul, Anton Vektori, mengatakan bahwa sasaran awal edukasi tersebut adalah perempuan. Peserta merupakan istri anggota DPRD, anggota DPRD perempuan, karyawati sekretariat DPRD dengan total undangan 90 peserta. Hal tersebut merupakan permintaan YEKI ketika mereka mengirim surat permohonan sosialisasi kepada DPRD Kabupaten Bantul.

Advertisement

Anton berharap dengan adanya sosialisasi oleh YEKI, peserta dapat menyebarkan informasi tersebut kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kepada Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan DPRD Kabupaten Bantul, Sri Supriatini, menegaskan perempuan sebagai sasaran sosialisasi menjadi penting karena mereka menjadi subjek yang sangat berkemungkinan terjangkit kanker.

“Terkhusus karena perempuan itu kan motor di keluarga. Sehingga bisa mendorong keluarga untuk membangun pola hidup sehat utamanya terkait kanker tak terkecuali kepada masyarakat,” kata Supriatini ditemui di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Bantul pada Jumat, (11/11/2022).

Dia juga menegaskan laki-laki perlu mendapat edukasi tentang kanker. “Penting juga bagi laki-laki. Yang namanya menjaga dan berpola hidup sehat itu peran laki-laki sangat dibutuhkan karena apabila dalam keluarga tidak saling mendukung, saling menjaga, dan saling pengertian kan usaha-usahanya tidak akan maksimal,” katanya. (ADV)

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kemenkes Buka Lowongan 88.370 PPPK Tenaga Kesehatan

News
| Minggu, 27 November 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement