Sensus Ekonomi 2026 di DIY Capai 79 Persen, Targetkan Rampung Agustus
BPS DIY menyebut Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 79% dan ditargetkan rampung akhir Agustus. Pendataan dilakukan dengan metode CAPI dan CAWI.
Aksi warga Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (11/11/2022). Dok. Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN - Sekitar 100 warga Kemiren, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah menggelar aksi lanjutan menolak penambangan pasir yang merusak alam di wilayah Ngori, terutama yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).
Kepala Balai TNGM, Karyadi mengatakan warga melakukan aksi ini pada Jumat (11/11/2022). Dimulai dari Balai Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Magelang, dilanjutkan dengan pengecekan ke wilayah Ngori.
Selain warga, aksi ini juga dihadiri oleh Plt Kepala SPTN Wilayah I Magelang - Sleman beserta tim, Camat Srumbung beserta tim, anggota Polsek Srumbung, Magelang, dan anggota Koramil Srumbung, Magelang.
"Pada, Jumat 11 November 2022 terdapat aksi lanjutan dari warga Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, mengenai penolakan kegiatan penambangan pasir ilegal di wilayah Ngori, terutama yang berada di dalam kawasan TNGM," ucapnya dalam keterangan resminya, Sabtu (12/11/2022).
Baca juga: Surya Paloh Masih Tunggu Dukungan Jokowi untuk Anies di Pilpres 2024
Aksi dimulai dengan pertemuan warga di Balai Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Magelang. Dihadiri oleh Perangkat Desa, BPD, Kadus, Perwakilan RT dan perwakilan tokoh masyarakat.
"Pada pertemuan tersebut, warga menyampaikan kembali aspirasi yang sudah disampaikan di kantor balai TNGM hari Senin, 7 November 2022 lalu."
Atas pertimbangan dan saran dari Camat Srumbung akhirnya disepakati untuk melakukan pengecekan lokasi. Sekitar 30-an orang mewakili warga lain untuk mengecek lokasi tambang.
"Dijumpai bekas aktivitas penambangan pasir ilegal di dalam kawasan TNGM. Terdapat alat berat yang berada di luar kawasan TNGM sebanyak 19 unit," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS DIY menyebut Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 79% dan ditargetkan rampung akhir Agustus. Pendataan dilakukan dengan metode CAPI dan CAWI.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.